PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan melakukan langkah inovatif dalam mendukung program Pengelolaan Uang Rupiah Hijau (Green PUR) melalui uji coba pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai bahan bakar co-firing di PLTU Pulang Pisau, 18–19 November 2025.

Sebanyak 4 ton LRUK diserahkan dalam uji coba—masing-masing 2 ton dari BI Kalteng dan BI Kalsel—untuk dicampur dengan batubara pada rasio tertentu demi memastikan efisiensi pembakaran dan keamanan operasi.

Trisno Sumaryadi, Manager Unit Pengelola Uang Rupiah BI Kalteng, menegaskan bahwa uji coba ini merupakan terobosan besar dalam pengelolaan limbah uang kertas yang selama ini hanya dibuang ke TPA.

“Kini LRUK kita maksimalkan sebagai bahan bakar PLTU. Inovasi ini menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle, serta Convert Waste to Energy,” ujarnya dalam rilis pada Kamis, 20 November 2025.

Menurut Trisno, setiap tahun BI menghasilkan LRUK dari proses pemusnahan uang tidak layak edar. Melalui co-firing, limbah tersebut kini memiliki nilai tambah karena dapat menjadi substitusi energi yang lebih ramah lingkungan, mendukung pengurangan emisi dan target Net Zero Emission.

Kepala Seksi Distribusi Uang BI Kalsel, Nampati Y Ginting, turut berharap program ini dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan sektor energi. (TESTI PRISCILLA/H)