PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Uji coba co-firing Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) di PLTU Pulang Pisau tidak hanya menunjukkan keseriusan Bank Indonesia dalam mendukung ekonomi hijau, tetapi juga mendapatkan apresiasi dari pihak PLN.

Asman Operasi PLN Pulang Pisau, Bayu Santika, menjelaskan bahwa pihaknya berhasil mengolah 4 ton LRUK milik BI dengan mencampurkannya bersama batubara dalam proses co-firing selama empat jam.

“Dari uji coba tersebut dihasilkan energi listrik sekitar 0,3 MW. Ini menunjukkan bahwa LRUK berpotensi menjadi sumber energi alternatif,” jelasnya dalam rilis pada Kamis, 20 November 2025.

PLN Pulang Pisau sendiri telah memanfaatkan berbagai jenis biomassa sebagai bahan bakar co-firing, seperti limbah pabrik kayu, cangkang sawit, hingga limbah hutan produksi. LRUK kini menjadi tambahan sumber biomassa yang dapat dioptimalkan.

Bayu menambahkan bahwa PLN terbuka untuk menerima donasi limbah kertas dari masyarakat, selama terlebih dahulu melalui proses analisa komposisi untuk memastikan kelayakannya digunakan dalam pembangkit.

Dalam kesempatan itu, Bayu juga memastikan bahwa pasokan listrik di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman.

“Saat ini listrik Kalteng surplus dengan cadangan sekitar 200 MW, sehingga tetap mencukupi meski pada periode beban puncak seperti Nataru dan Idulfitri,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)