PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia terus memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan melalui pengembangan Green PUR dengan memanfaatkan Limbah Racik Uang Kertas atau LRUK sebagai bahan bakar alternatif dalam skema co-firing di PLTU Pulang Pisau.

Manager Unit Pengelola Uang Rupiah BI Kalteng, Trisno Sumaryadi, menjelaskan bahwa setiap tahun BI menghasilkan jumlah signifikan LRUK dari proses pemusnahan uang tidak layak edar. Sebelumnya, limbah tersebut hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Melalui inovasi ini, LRUK memiliki nilai tambah sebagai bahan bakar substitusi. Ini mendorong efisiensi energi serta pengurangan emisi karbon,” ungkapnya dalam rilis pada Kamis, 20 November 2025.

Uji coba yang dilakukan bersama BI Kalsel tersebut menjadi momentum penting untuk ekspansi pemanfaatan LRUK secara berkelanjutan. Program co-firing dinilai mampu mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission.

Trisno memastikan kegiatan co-firing LRUK akan terus berlanjut seiring meningkatnya jumlah uang tidak layak edar yang dihimpun dari setoran perbankan maupun penukaran masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi Uang BI Kalsel, Nampati Y Ginting, menambahkan bahwa program ini juga menjadi bukti bahwa sektor perbankan mampu berkontribusi pada transisi energi melalui pemanfaatan limbah internal.

Kolaborasi lintas lembaga antara BI dan PLN ini diharapkan dapat menjadi model inovasi energi hijau, sekaligus memperluas pemanfaatan limbah kertas untuk kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. (TESTI PRISCILLA/H)