BORNEONEWS, Banjarmasin - Situasi tak biasa terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banjarmasin dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Antrean kendaraan roda dua terlihat mengular panjang, bahkan ekor antrean tersebut meluber hingga memakan sebagian badan jalan raya, menciptakan kemacetan kecil di jam sibuk.
Hal ini bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), melainkan sebuah pergeseran perilaku konsumen yang terjadi secara mendadak.
Rasa was-was kini menghantui para pengendara di Kota Banjarmasin menyusul maraknya insiden kendaraan mogok yang diduga akibat penggunaan BBM jenis Pertalite dalam beberapa waktu terakhir.
Ketidakpastian mengenai kualitas bahan bakar bersubsidi tersebut memaksa warga mengambil langkah preventif.
Demi menjaga kesehatan mesin kendaraan, masyarakat seolah beramai-ramai melakukan "migrasi" konsumsi bahan bakar ke jenis Pertamax, meskipun harus merogoh kocek lebih dalam dibanding biasanya.
"Hampir SPBU yang ada stok pertamaxnya panjang antriannya," ungkap Sani, warga Banjarmasin, Kamis, 20 November 2025.
Menurut informasi sebenarnya stok selain pertamax yakni pertalite masih tersedia, namun warga sebagian besar enggan akibat banyaknya kendaraan mogok.
Salah satu antrian panjang juga terjadi di SPBU Jalan Trans Kalimantan Km. 25 Barito Kuala. Stok Pertamax yang baru datang, langsung diserbu pengendara.
"Baru datang stok pertamax, langsung ramai diserbu," ucap Gani, warga Anjir menginformasikan di forum relawan.
Diketahui tak sedikit warga yang mengaku terjebak dalam situasi dilematis, yakni ingin cepat namun takut mesin rusak.
"Bisa saja mengisi pertalite, tapi pengalaman sebelumnya, was-was rasanya," ucap Nardi, warga Anjir lainnya. (SABRIANOOR/R)









