PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan yang digelar oleh Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis, 20 November 2025. 

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah efektif untuk menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya.

Jayadikarta menyampaikan bahwa terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam rakor tersebut.

Pertama mengenai profil kemiskinan daerah, kedua mengenai kendala dan permasalahan yang dihadapi, serta ketiga berkaitan dengan upaya dan strategi penanggulangan kemiskinan yang tengah berjalan.

“Alhamdulillah, Pulang Pisau dari 4,59 persen meningkat menjadi 4,79 persen, jadi ada kenaikan 0,25 persen untuk kemiskinan Pulang Pisau,” kata Jayadikarta.

Ia menegaskan meski terjadi kenaikan, pemerintah daerah telah menjalankan berbagai program pengentasan melalui 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Total anggaran penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau mencapai Rp153 miliar pada 2025. Namun hingga saat ini, realisasi anggarannya baru mencapai sekitar Rp90 miliar atau 58,77 persen.

Pemerintah daerah terus mendorong percepatan penyerapannya agar program bantuan bagi masyarakat miskin dapat tersalurkan optimal.

Jayadikarta juga menyampaikan bahwa dalam evaluasi tingkat keberhasilan penanganan kemiskinan kabupaten, kota se-Kalteng, Pulang Pisau menempati posisi kelima terbaik.

Capaian ini menunjukkan adanya progres positif dibanding beberapa wilayah lain yang masih memiliki persentase kemiskinan tinggi.

“Jadi kita dapat urutan kelima. Yang nomor satu adalah Kabupaten Lamandau, dengan angka kemiskinan hanya di kisaran 2 sekian persen, sementara kita berada di 4,79 persen,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berkomitmen melanjutkan berbagai program penurunan kemiskinan secara lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.( RETHA)