PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Harga Pertamax eceran di area Jalan G. Obos Palangka Raya kini mencapai Rp16.000 per liter, naik Rp1.000 dari sebelumnya Rp15.000. Sedangkan harga Pertalite tetap Rp12.000 per liter, meskipun belum ada pengumuman resmi kenaikan dari Pertamina.

Salah satu seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kenaikan harga dilakukan karena sulitnya mendapatkan pasokan Pertamax. 

"Setiap hari kita harus antre panjang di SPBU untuk mengambil stok. Kadang sampai berjam-jam, bahkan terkadang tidak dapat stok penuh. Biaya waktu dan tenaga yang keluar makin besar, jadi kita terpaksa menaikkan harga sedikit," ujarnya, Kamis, 20 November 2025.

Permintaan Pertamax tetap tinggi meskipun harga naik, karena banyak pengguna yang tidak mau beralih ke Pertalite atau kehabisan pilihan karena stok Pertalite juga seringkali terbatas.

 "Warga tetap mau beli karena butuh untuk kendaraan. Kita juga ragu menaikkan terlalu banyak, takut kehilangan pelanggan," katanya.

Pantauan di lokasi menunjukkan, beberapa pedagang lain juga menerapkan harga yang sama atau sedikit berbeda, dengan alasan yang serupa.

Sampai saat ini Pertamina belum memberikan klarifikasi mengenai kenaikan harga ini dan kondisi pasokan BBM di area tersebut. (MARINI)