SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Jabatan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur kembali mengalami pergantian. Wim RK Benung, yang baru menjabat selama 1 bulan 15 hari, digantikan Rihel, yang kini ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kotim.

“Ini momentum bagi kami yang luar biasa satu-satunya kepala dinas menjabat 1 bulan 15 hari karena saat ini viral di media sosial terkait keluarga. Tetapi itu alur hidup kita yang harus kita ikuti. Tapi kita berharap Disbudpar ke depan lebih berperan aktif di Kotim bisa dilanjutkan Pak Rihel selaku Plt yang baru,” kata Wim RK Benung, Kamis, 20 November 2025.

Serah terima jabatan Kepala Disbudpar Kotim dihadiri oleh Asisten III Administrasi Umum Bima Eka Wardhana. 

Wim menegaskan, tahun mendatang, Disbudpar Kotim memiliki agenda besar yang harus dituntaskan oleh Plt Kadis yang baru.

Beberapa program tersebut antara lain festival Habaring Hurung yang juga dirangkai dengan peringatan HUT Kotim, festival perahu hias dan tari massal dalam rangkaian HUT Kotim, keikutsertaan pada Festival Budaya Isen Mulang HUT Kalteng pada Mei mendatang, serta pengembangan Pulau Hanibung sebagai destinasi wisata baru sesuai harapan Bupati Kotim.

Selama kepemimpinannya yang berlangsung singkat, pihaknya sudah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Camba melalui SK Kepala Dinas untuk mendukung pengembangan Pulau Hanibung. Namun penyusunan dokumen UKL-UPL belum dapat dilaksanakan pada 2026 akibat keterbatasan anggaran.

Ia berharap pada 2027, di bawah kepemimpinan Rihel, dokumen lingkungan tersebut dapat direalisasikan sehingga pengembangan Pulau Hanibung bisa berjalan.

Terkait pembatalan posisinya sebagai Kepala Disbudpar Kotim, selanjutnya dirinya akan kembali ke jabatan awal sebagai Staf Ahli Bupati bidang pemerintahan, hukum, dan politik.

“Saya kembali ke jabatan awal sebagai Staf Ahli Bupati bidang pemerintahan, hukum, dan politik. Sebagai bawahan, kami patuh kepada pimpinan,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disbudpar Kotim Rihel menyatakan siap menindaklanjuti seluruh program yang belum terselesaikan, termasuk mengevaluasi hambatan administrasi maupun teknis di masing-masing bidang.

“Program yang belum selesai akan segera kami inventarisasi. Ada beberapa agenda besar yang mau tidak mau harus kami lanjutkan, seperti Festival Habaring Hurung dan Festival Isen Mulang,” kata Rihel.

Ia juga berkomitmen memperkuat koordinasi internal dan eksternal, mengingat jumlah pegawai Disbudpar yang relatif sedikit, sekitar 27 orang.

Rihel akan memberi perhatian khusus pada sejumlah objek wisata yang menjadi kewenangan daerah, seperti Pantai Ujung Pandaran, Museum Kayu Sampit, serta aset-aset pariwisata lainnya.

“Kami akan merapatkan barisan. Meski kondisi keuangan akhir tahun menipis, kegiatan harus tetap berjalan. Untuk Pulau Hanibung, kami akan berkoordinasi dengan lintas OPD untuk mendorong pengembangannya,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)