PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong peningkatan budaya baca di kalangan generasi muda dengan menghadirkan Festival Literasi 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat gerakan literasi, mempromosikan karya lokal, serta menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis di masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Palangka Raya, Yohn Benhur G. Pangaribuan, mengatakan festival tersebut menjadi sarana strategis untuk menghidupkan budaya literasi sekaligus mengenalkan perpustakaan sebagai pusat pengetahuan.

“Melalui festival ini, kita ingin mengembangkan minat baca dan menulis, mempromosikan karya lokal, dan menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya daerah,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis, 20 November 2025.

Ia menegaskan bahwa membangun budaya literasi bukan hanya memperkuat kemampuan individual, tetapi juga membangun gerakan sosial yang harus dipupuk secara berkesinambungan. Festival ini menjadi ruang apresiasi bagi pelajar dan masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

Berbagai kegiatan digelar untuk meramaikan festival, mulai dari pameran buku, lomba menulis, hingga pertunjukan seni. Seluruh agenda tersebut dirancang untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dalam menunjukkan kemampuan dan minat literasi.

“Ini wadah untuk menyalurkan kreativitas, mengasah bakat, dan mendorong semangat literasi generasi muda. Gerakan literasi harus melibatkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat,” tambahnya.

Festival Literasi 2025 juga memberi peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka sekaligus berkolaborasi dalam penguatan ekosistem literasi. Dispersip menilai keterlibatan UMKM penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif lokal.

Benhur berharap festival ini mampu memperkuat komunitas literasi di sekolah, kampus, dan masyarakat sehingga semangat membaca terus tumbuh di Kota Palangka Raya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Palangka Raya, Alman P. Pakpahan, menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang berdaya saing.

Menurutnya, kemampuan literasi yang kuat tidak hanya meningkatkan wawasan, tetapi juga membentuk karakter pelajar secara positif.

“Jika minat baca tumbuh, wawasan anak-anak akan semakin luas dan karakter mereka lebih kuat. Ini fondasi bagi Palangka Raya yang maju dan kompetitif,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa literasi modern mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami media, teknologi digital, hingga literasi finansial. Dengan bekal itu, generasi muda diharapkan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Kita ingin anak-anak Palangka Raya mampu berkompetisi dan menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan,” kata Alman.