BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM tahun 2025 didorong oleh perbaikan pada seluruh dimensi penyusunnya.
Meski demikian, satu indikator utama tercatat mengalami perlambatan pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, dalam rilis resmi perkembangan IPM 2025.
Agnes menjelaskan bahwa Pengeluaran Riil per Kapita per Tahun (disesuaikan) masih tumbuh sebesar 2,51 persen pada 2025. Namun, laju pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 3,58 persen.
“Indikator pengeluaran riil tetap meningkat, tetapi pertumbuhannya melambat. Ini menjadi catatan penting karena indikator ini memiliki pengaruh besar terhadap capaian IPM secara keseluruhan,” kata Agnes pada Jumat, 21 November 2025.
Sementara itu, dimensi kesehatan menunjukkan perkembangan yang lebih positif. Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir meningkat dengan laju pertumbuhan 0,38 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 0,26 persen. Agnes mengatakan percepatan ini mencerminkan perbaikan layanan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Peningkatan UHH menandakan kemampuan daerah menjaga kesehatan penduduknya semakin membaik,” tambahnya.
Di sisi pendidikan, dua indikator utama juga menunjukkan tren positif. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) tumbuh 1,70 persen, lebih tinggi dibanding tahun 2024. Menurut Agnes, pertumbuhan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mengenyam pendidikan lebih lama.
“Ini sejalan dengan perluasan akses pendidikan dan meningkatnya kesadaran pentingnya sekolah,” jelasnya lagi.
Untuk indikator Harapan Lama Sekolah (HLS), pertumbuhannya stabil di angka 0,08 persen, sama seperti tahun sebelumnya. Stabilitas ini disebut Agnes sebagai cerminan konsistensi kebijakan pendidikan jangka panjang, meski peningkatannya tidak sebesar indikator lainnya.
“HLS bersifat lebih struktural sehingga perubahannya cenderung lambat. Namun konsistensinya tetap menjadi sinyal positif,” tegasnya.
Agnes menambahkan bahwa keseluruhan dinamika ini menggambarkan kualitas pembangunan manusia Kalimantan Tengah yang terus meningkat selama periode 2020–2025.
“Jika melihat seluruh indikator, semua bergerak naik. IPM kita meningkat karena kontribusi positif dari semua dimensi penyusunnya,” ujarnya.
Menurut BPS, perkembangan IPM dan komponen penyusunnya selama lima tahun terakhir dapat dilihat pada tabel terperinci yang disajikan dalam laporan resmi. Data tersebut memperlihatkan konsistensi peningkatan pembangunan manusia di Kalimantan Tengah meskipun terdapat tantangan di beberapa indikator ekonomi. (TESTI PRISCILLA/H)









