SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati yakin kontingen Kotim mampu meraih prestasi membanggakan pada Festival Tandak Intan Kaharingan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Saya yakin, dengan seluruh perjuangan dan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Kotawaringin Timur akan mampu meraih hasil terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan,” ujar Irawati saat melepas para peserta festival pada Jumat, 21 November 2025.

Irawati mengatakan, festival tersebut bukan hanya perlombaan seni, tetapi juga wadah penting bagi umat Kaharingan dalam mengembangkan potensi spiritual, seni, dan budaya Dayak.

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh peserta. Festival Tandak bukan hanya perlombaan seni, tetapi juga ruang untuk meneguhkan jati diri, memperkaya tradisi, serta menguatkan nilai-nilai lestari yang menjadi ciri khas Tanah Kaharingan,” katanya.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum untuk menunjukkan identitas budaya sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai kekayaan warisan leluhur.

Kepada para peserta, ia berpesan agar bertanding dengan ketulusan, sportivitas, dan semangat yang kuat.

“Tampilkan yang terbaik, berikan usaha sepenuh hati, dan biarkan hasil menjadi bagian dari perjalanan mulia ini,” tandasnya. 

Ketua Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPTIK) Kotim Agus Sanang mengatakan, jumlah kontingen yang diberangkatkan tahun ini mencapai 72 orang, terdiri dari sekitar 54 peserta, serta pendamping, pelatih, dan official.

“Kita mengikuti delapan cabang lomba, yaitu tandak, kandayu, pandehen, karungut, tari, basarah, serta membaca kitab suci Perinturan,” kata Agus.

Ia mengungkapkan, persiapan dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Namun jumlah peserta yang diberangkatkan pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan idealnya.

“Kalau dari 100 persen kontingen itu biasanya hampir 200 orang, tapi tahun ini kita hanya bisa mengirimkan 72 peserta. Pertama karena keterbatasan anggaran, kedua karena jarak tempuh kegiatan,” ungkapnya.

Festival Tandak Intan Kaharingan ke-12 digelar di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dengan jarak tempuh perjalanan dari Kotim sekitar 12 hingga 15 jam. Kegiatan berlangsung selama lima hari dari tanggal 23–27 November 2025.

Meski jumlah peserta terbatas, Agus berharap Kotim dapat mempertahankan capaian tahun sebelumnya.

“Paling tidak seperti tahun 2024, kita bisa bertahan di juara umum ketiga,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)