BORNEONEWS, Sampit – Sejumlah usulan yang disampaikan Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) saat kunjungan ke Fraksi PAN DPR RI Muhammad Syauqie langsung ditindaklanjuti pemerintah pusat.
"Kami mendampingi perwakilan dari pemerintah pusat. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas kunjungan kami komisi III ke fraksi PAN DPR RI Muhammad Syauqie untuk menyampaikan beragam harapan yang ada di Kotawaringin Timur terutama yang dibidangi komisi V DPR RI meliputi infrastruktur dan perbubungan," kata Ketua Komisi III DPRD Kotim Dadang Siswanto, Sabtu, 22 November 2025.
Dadang menjelaskan sebelumnya Komisi III menyampaikan aspirasi Kotim yang berkaitan dengan kewenangan Komisi V DPR RI meliputi infrastruktur dan perhubungan.
“Ada beberapa poin penting yang kami sampaikan, salah satunya adalah kondisi dermaga penyeberangan Sampit–Seranau yang hingga kini masih menggunakan pelabuhan pinjam pakai milik PT Inhutani dan belum memenuhi standar kelayakan,” ujar Dadang.
Kemudian pembangunan drainase di Jalan Jenderal Sudirman, khususnya di kawasan Islamic Center menuju arah barat yang hingga kini belum tersedia. Lalu pengembangan Bandara H Asan Sampit untuk meningkatkan kapasitas layanan dan keselamatan penerbangan.
Serta Penerapan Zona Aman Selamat Sekolah (ZOSS) pada sejumlah titik yang membutuhkan peningkatan keselamatan.
Atas usulan tersebut Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) langsung melakukan kunjungan ke Sampit pada Kamis, 22 November 2025.
“Kami mendampingi kunjungan tersebut bersama anggota Komisi III, yakni Marudin, SP Lumban Gaol, dan Riskon Fabiansyah, serta didampingi dinas teknis seperti Dinas Perhubungan dan SDABMBKPRKP,” tambahnya.
Komisi III menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Syauqie yang merespons cepat aspirasi tersebut dan meneruskannya kepada kementerian terkait. Juga kepada BPTD dan BPJN yang turun langsung ke lapangan.
Dadang berharap perangkat daerah teknis segera melengkapi dokumen dan syarat pendukung agar usulan pembangunan bisa masuk dalam pembahasan anggaran tahun 2026.
“Harapan kita, dalam waktu singkat semua persyaratan dapat dilengkapi dan disampaikan kembali kepada pihak-pihak terkait, terutama kepada Muhammad Syauqie. Dengan begitu, pembangunan dermaga penyeberangan baru di sisi utara Pelabuhan Inhutani, ZOSS dan drainase dapat segera direalisasikan,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









