BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Angka kematian yang disebabkan penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat. Pada awal periode 1990 hingga 2015, tercatat kematian akibat PTM berada pada kisaran 37 persen, kini menjadi 57 persen dari total keseluruhan penyebab kematian. Permasalahan paling utama adalah sulitnya memberantas penyakit tidak menular akibat perilaku hidup tidak sehat yang dianut masyarakat.
"Pergeseran pola penyakit ini ditengarai akibat gaya hidup masyarakat tidak sehat," ungkap Plt Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Murul Edy membacakan amanat dari Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-52 di halaman Kantor Dinkes Kobar. Kamis (24/11/2016).
Masalah kesehatan ini, lanjut Nurul Edy, merupakan ancaman bagi pembangunan. Usia produktif yang seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan bangsa, justru terancam kesehatannya karena penyakit tidak menular.
Nurul Edy meminta agar masyarakat pintar mencegah penyakit tidak menular agar tidak menambah angka kematian penduduk. Tentu mencegahnya didukung oleh kualitas lingkungan, peningkatan pelayanan kesehatan menciptakan sumber daya manusia, hingga ketersediaan sarana dan prasarana.
"Di Kobar sendiri telah menyiapkan sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit Rakyat untuk menekan angka kematian akibat PTM," ucap Dia.
Dari Data Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014 menyebutkan, stroke merupakan penyebab kematian tertinggi pertama hingga kini. Padahal 30 tahun silam, penyakit menular seperti ISPA, tuberkulosis dan diare banyak dialami penduduk Indonesia dan kini kembali muncul.
"Meningkatnya penyakit tidak menular dan penyakit yang seharusnya sudah teratasi malah muncul kembali," sebutnya.
Secara rinci disebutkan, periode 1990-2015, pola kematian akibat PTM meningkat (37% menjadi 57%), akibat PM menurun (56% menjadi 38%) dan akibat kecelakaan juga mengalami peningkatan (7% menjadi 13%). Tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup (pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok dan lainnya.
"Selain sarana, kami tengah menerapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR)," ujarnya.
Menjelaskan tema yang diusung dalam peringatan HKN 2016, beber Nurul Edy, yakni, 'Indonesia Cinta Sehat'. Sedangkan sub tema yang diambil adalah "Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat".
Acara peringatan HKN Ke-52 juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah media massa, tenaga kesehatan dan mitra kerja Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. (FAHRUDDIN FITRIYA/N).








