SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menegaskan bahwa guru memiliki peran sangat vital dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

“Guru berperan penting untuk kita menghadapi Indonesia Emas. Semua tergantung pada sumber daya manusia. Negara kini beralih, tidak mengandalkan SDA tetapi meningkatkan SDM. Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru,” kata Halikinnor.

Hal ini ia sampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI di Stadion 29 Nopember Sampit, Sabtu, 22 November 2025.

Halikinnor menambahkan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan profesionalisme guru melalui pelatihan, khususnya dalam menghadapi era informasi dan teknologi.

“Kita terus meningkatkan profesionalisme guru agar tetap melek teknologi sehingga tidak tertinggal. Guru bukan hanya mengajar, tetapi mendidik anak-anak kita menjadi pribadi yang cerdas dan berguna bagi bangsa,” ujarnya.

Lanjutnya, ia mengapresiasi pengabdian guru yang bertugas di daerah terpencil tanpa fasilitas memadai, namun tetap menjalankan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa.

“Pengabdian para guru tidak mengenal batas. Banyak di antara anda yang harus meninggalkan keluarga dan bertugas di lokasi terpencil. Pengorbanan ini adalah bukti ketulusan dan kekuatan jiwa yang layak kita apresiasi setinggi-tingginya,” ucapnya.

Halikinnor juga menegaskan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi harus terus menjadi rumah besar perjuangan guru.

Ia berpesan agar PGRI menjaga kehormatan dan marwah guru, serta membantu memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan kesejahteraan mereka.

Tiga poin penting yang ditekankan untuk PGRI adalah penguatan kompetensi dan profesionalisme guru melalui pelatihan dan transformasi pembelajaran, perlindungan hukum dan profesi, agar guru dapat bekerja dengan aman dan bermartabat, serta peningkatan kesejahteraan, terutama guru honorer dan tenaga kependidikan yang masih membutuhkan perhatian besar.

“Pendidikan adalah aset utama kemajuan daerah. Kita tidak akan pernah mundur dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kotim,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)