BORNEONEWS, Palangka Raya - Pesparani pertama Katolik Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025 mengangkat tema “Bernyanyi dalam Kasih, Bertumbuh dalam Iman dengan Semangat Huma Betang Menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju.” Tema ini dinilai mencerminkan komitmen untuk menggabungkan nilai religius dan budaya lokal dalam aktivitas keagamaan.
Ketua Umum Pelaksana, Sutoyo, mengatakan bahwa tema tersebut lahir dari keinginan untuk memperkuat nilai fundamental dalam kehidupan masyarakat Kalteng. Ia menilai semangat Huma Betang, yang menekankan kebersamaan dan toleransi, selaras dengan misi Pesparani untuk membangun persaudaraan antarumat.
"Seni liturgi yang dilombakan bukan hanya menjadi bentuk ekspresi iman, tetapi juga menjadi sarana memperdalam refleksi tentang kasih dan kebersamaan. Kami berharap para peserta dapat membawa pemaknaan tema tersebut ke dalam setiap penampilan mereka," kata Sutoyo dalam pembukaan Pesparani I Provinsi Kalteng pada Jumat malam, 22 November 2025.
Pelaksanaan Pesparani juga menjadi ruang memperkuat toleransi antaragama. Sutoyo menegaskan bahwa nilai-nilai yang diusung dalam tema tidak hanya berorientasi pada internal gereja, tetapi juga pada kehidupan sosial masyarakat Kalimantan Tengah yang multikultural. Ia menyebut Pesparani sebagai kontribusi nyata umat Katolik dalam menjaga kerukunan.
Di sisi lain, tema tersebut diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda Katolik yang tidak hanya unggul dalam seni liturgi, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat tentang budaya daerahnya. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari upaya menjaga identitas lokal di tengah perkembangan zaman.
"Kami optimistis Pesparani tahun ini dapat menjadi awal baru dalam menanamkan nilai-nilai kasih, iman, dan budaya di kalangan umat," tuturnya.
Ia berharap tema yang diangkat tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tercermin dalam pelaksanaan seluruh kegiatan. (TESTI PRISCILLA/j)









