KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Menjelang kegiatan rutin Malam Senin pada momen 5 Rajab, atau 25 September 2025. Tim Induk Sekumpul kembali mengeluarkan serangkaian himbauan penting demi kelancaran dan kekhusyukan acara. Langkah antisipasi ini ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari jamaah yang akan hadir, pengguna jalan umum, hingga warga setempat yang terdampak kegiatan. 

"Untuk haul, sudah ada himbauan resmi dari tim induk. Mohon nantinya yang akan berencana mendatangi haul, bisa memperhatikan hal ini," tukas Abidin, warga Kapuas, Sabtu, 22 November 2025.

Prioritas utama yang ditekankan oleh Tim Induk adalah kondisi kesehatan jamaah. Panitia secara tegas menghimbau agar jamaah dengan riwayat penyakit jantung atau penyakit serius lainnya untuk membawa obat-obatan pribadi dan menempatkan diri di area yang dekat dengan pos kesehatan. Bagi mereka yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, disarankan untuk tidak memaksakan diri hadir demi menghindari risiko yang tidak diinginkan, mengingat padatnya kerumunan yang biasa terjadi.

Di sektor lalu lintas, pengaturan ketat akan diberlakukan. Pengguna jalan umum diminta untuk mematuhi arahan petugas dan memahami rekayasa lalu lintas yang diterapkan, termasuk sistem buka-tutup jalur. Bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak, disarankan untuk menghindari jalur-jalur utama menuju lokasi kegiatan atau tidak bepergian jika tidak perlu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan memberikan prioritas akses bagi kelancaran arus jamaah serta mobilisasi bantuan darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Peran aktif warga sekitar dan pelaku usaha juga menjadi sorotan. Tim Induk meminta agar warga tidak memasang tenda pada ruas jalan utama yang dapat mempersempit akses, serta menjaga stabilitas harga bagi pedagang atau penyedia penginapan agar tidak mengambil keuntungan secara berlebihan. 

Selain itu, seluruh aktivitas jual beli maupun kegiatan lainnya di sekitar lokasi diharapkan berhenti sejenak saat pembacaan Maulid atau kegiatan inti di Musala Ar-Raudhah berlangsung, demi menjaga kekhusyukan ibadah.

Bagi jamaah yang membawa kendaraan pribadi, persiapan teknis tidak boleh diabaikan. Pastikan kondisi kendaraan prima dan bahan bakar terisi penuh sebelum mendekati lokasi. Jamaah wajib memarkirkan kendaraan di kantong parkir yang telah disediakan relawan dan dilarang keras meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan. Kepatuhan terhadap arahan relawan parkir menjadi kunci agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang menghambat akses keluar-masuk.

Aspek kebersihan dan keamanan keluarga juga menjadi poin krusial dalam himbauan kali ini. Tim Induk menggaungkan gerakan "Lisa" (Lihat Sampah Ambil) dan meminta jamaah membawa kantong sampah sendiri. Sementara itu, bagi jamaah yang membawa anak kecil atau lansia, diwajibkan memasangkan tanda pengenal berisi nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Ini adalah langkah preventif untuk memudahkan petugas jika terjadi kasus jamaah terpisah dari rombongan di tengah lautan manusia.

Bagi jamaah yang berdomisili dekat seperti wilayah Banjarbaru dan Martapura, sangat disarankan untuk berjalan kaki menuju lokasi guna mengurangi beban lalu lintas. Keseluruhan himbauan ini dirilis bukan untuk membatasi, melainkan sebagai bentuk ikhtiar bersama agar kegiatan rutin di Sekumpul dapat berjalan dengan tertib, aman, dan penuh keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. (SABRIANOOR/j)