SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merasakan manfaat program bantuan pangan presiden dan pasar murah Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng). Program ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun.

“Alhamdulillah ini sangat membantu keluarga kami untuk persediaan beras setengah bulan,” kata Nafisah, warga Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Sabtu, 22 November 2025.

Dirinya rela menanti sejak pukul 07.00 WIB hingga hampir pukul 10.00 WIB di Halaman Kantor Bupati Kotim demi mengambil bantuan pangan presiden.

Ia mengaku telah didata oleh lurah untuk menerima bantuan berupa beras dan minyak dari program bantuan pangan presiden tersebut. Sehingga ia menunjukkan KTP saat mengambilnya.

Di lokasi yang sama, hal serupa dirasakan Astuti, warga Kecamatan Baamang, yang menerima manfaat pasar murah Gubernur Kalteng. Awalnya ia datang untuk menebus paket sembako pasar murah, namun justru terkejut karena bahan pokok tersebut digratiskan. Ia menerima paket sembako berisi beras, gula, dan minyak goreng.

“Alhamdulillah digratiskan, program ini sangat membantu. Semoga sering dilaksanakan,” ujar Astuti.

Plt Asisten II Setda Kotim, Rody Kamislam menjelaskan, kegiatan peluncuran program bantuan pangan presiden dan pasar murah gubernur berlangsung serentak di seluruh 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dan dipimpin langsung Gubernur Agustiar Sabran secara virtual.

“Hari ini Kecamatan Baamang mendapatkan 500 paket pasar murah gubernur. Harga paket seharusnya Rp150.000 dengan subsidi Rp135.000 pemerintah provinsi, sehingga masyarakat hanya menebus Rp15.000. Namun atas perintah Gubernur, khusus hari ini digratiskan,” kata Rody.

Ia menjelaskan, tujuan utama program ini adalah mengantisipasi inflasi jelang Nataru, sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh wilayah Kotim.

“Harapan kami, dengan kegiatan ini harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru tetap terkendali,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad memaparkan, untuk bantuan pangan presiden, Kotim mendapat alokasi untuk 17.024 Kepala Keluarga. Penyaluran sudah berjalan paralel di beberapa kecamatan seperti Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, Mentaya Hulu, serta Baamang.

"Hari ini bantuan pangan presiden kita salurkan untuk kelurahan Mentawa Baru Hilir. Jenis bantuannya sendiri ini 2 bulan alokasi, dimana setiap bulan alokasinya beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter. Sehingga untuk 2 bulan alokasi untuk satu KK penerima manfaat mendapatkan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng," ucapnya.

Untuk mendukung program bantuan pangan presiden, pihaknya menyiapkan kurang lebih 340 ton beras khusus untuk Kabupaten Kotim dengan target selesai penyaluran pada pertengahan Desember.

Selanjutnya, penyaluran program pasar murah dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat ini masuk tahap kedua dengan total alokasi untuk Kotim 23.000 paket sembako. Bulog Kotim pun menyiapkan kurang lebih 70 ton beras untuk program pasar murah Gubernur.

"Hari ini secara simbolis 500 paket untuk kecamatan Baamang. jenis sembakonya yaitu beras premium 5 kg, 1 kg gula pasir dan 2 liter minyak goreng premium," imbuhnya.

Kedua program tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat sebab momen Nataru biasanya harga sembako relatif meningkat, akibat barengan dengan masa paceklik. 

"Pogram ini bertujuan untuk meringankan beban Masyarakat khususnya masyarakat rentan, masyarakat miskin dan juga ini bisa menjadi salah satu program stabilitasi harga. Dengan banyaknya bantuan yang disalurkan Presiden dan Gubernur akan mengurangi permintaan beras di pasar dan akan menstabilkan harga sembako khususnya beras," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)