BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kesenjangan pembangunan antara satu desa dengan desa lainnya yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat dikritisi oleh warga Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Warga meminta agar desa-desa yang minim sarana dan infrastruktur jangan kembali dianaktirikan pada kepemimpinan berikutnya. Warga merasa selama ini belum ada kenikmatan dan kesejahteraan yang mereka rasakan terutama permasalahan infrastruktur listrik dan pertanian.
Warga juga dihadapkan pada ketidaknyamanan dalam melakukan aktifitas pertanian di lahan LU2 transmigrasi yang sudah mereka miliki selama 23 tahun. Saat ini status lahan mereka banyak yang tumpang tindih SKT dan sertifikatnya.
"Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah lama merdeka, tetapi kami warga Desa Medang Sari belum merasakan nikmatnya kemerdekaan. Kami ingin pembangunan berjalan merata," kata Zahratul, Warga Desa Medang Sari.
Apa yang disampaikan oleh Zahratul juga diamini oleh Sumarno. Pria paruh baya ini menegaskan, warga Desa Medang Sari yang menjadi transmigrasi pada 1994 ini hingga saat ini apabila melewati jalan poros Medang Sari masih merasakan ibarat naik kuda karena jalan yang dilewati kondisinya tidak layak karena berupa jalan tanah dengan batu belah.
Untuk itu ia meminta agar jalan kuda tersebut diganti jalan mercy berupa aspal."Kami meminta agar jalan kuda diganti jalan mercy agar kami dapat nyaman saat melintas jalan Medang Sari," kata Sumarno.
Sementara itu calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kotawaringin Barat Nurhidayah dan Ahmadi Riansyah mengatakan, bahwa dengan koalisi besar yang mengusung pasangan Nurani serta sinergitas yang terjalin antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan didukung oleh dua anggota DPR RI dan satu DPD RI maka ia menegaskan jalan poros Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat pada 2017 akan selesai dikerjakan.
"Dengan 23 dari 30 kursi dan sinergitas pemerintah provinsi dan daerah maka kami tegaskan bahwa pada 2017 pembangunan jalan akan selesai dilaksanakan," kata Nurhidayah saat melakukan kampanye terbatas di Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (23/11/2016).
ia menegaskan bahwa hal itu sesuai komitmen pasangan Nurani yang akan melakukan percepatan pembangunan yang dimulai dari desa. Ia juga menekankan bahwa ada hal yang sangat penting yang harus didorong oleh pasangan Nurani dengan memberikan program bea siswa gratis kepada putra-putri yang berprestasi yang akan meneruskan ke Perguruan Tinggi (PT).
"Kita juga akan menggratiskan pakaian seragam wajib gratis sebanyak tiga pakaian plus sepatu untuk SD dan SLTP," tegas Nurhidayah.
Sementara itu, calon Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah juga menanggapi terkait dengan persoalan sumber energi listrik yang mengalami keterbatasan sehingga berdampak pada seringnya terjadi pemadaman. Untuk itu pihaknya akan melakukan upaya dengan mendorong tokoh masyarakat dan pengusaha nasional di Kabupaten Kotawaringin Barat H Abdul Rasyid AS agar melakukan percepatan rencana pembangunan PLTU yang saat ini memasuki tahap pelepasan lahan untuk pembangunan pembangkit.
"Dengan 2x100 megawatt maka bukan saja Kobar yang akan teratasi masalah listrik tetapi juga lima Kabupaten lainnya," ujar Ahmadi.
Ahmadi juga mengkritisi terkait dengan persolan tumpang tindih lahan yang terjadi dengan mengamankan konstitusi bahwa LU1 dan LU2 adalah mutlak dan harga mati milik warga transmigrasi dan ia akan melindungi hak-hak warga trans atas lahan serta menjamin keamanan warga transmigrasi agar merasa aman, tenang dan nyaman bekerja di Kobar.
"Sertifikat adalah bukti kepemilikan bukti yang sah dan saya bisa pastikan bahwa yang sah adalah sertifikat," tegas Ahmadi. (KOKO SULISTYO/m)








