BORNEONEWS, Sampit - Pengoperasian Dermaga Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan–Bapinang Hulu, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini masih masih mengalami kendala terutama saat air Sungai Mentaya surut.
"Alat turun naik jembatan masih belum berfungsi dengan baik. Saat air surut maksimal, alat itu tidak bisa digunakan dan perlu perbaikan. Mereka berjanji segera memperbaikinya,” kata Camat Pulau Hanaut Fahrujiansyah, Minggu, 23 November 2025.
Ia mengatakan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Tengah telah melakukan sosialisasi pada Rabu, 19 November 2025.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim, Camat Mentaya Hilir Selatan, Camat Pulau Hanaut, pemerintah desa Basirih Hulu dan Bapinang Hulu, operator angkutan sungai, dan pemilik kapal atau kelotok pada rute Basirih Hulu–Bapinang Hulu.
Fahrujiansyah mengatakan masyarakat, khususnya yang berada di Kecamatan Pulau Hanaut, sangat menantikan pemanfaatan dermaga baru tersebut. Namun, masalah masih terjadi pada alat naik-turun jembatan membuat operasional belum bisa maksimal.
Ia menambahkan, dermaga saat ini tetap bisa digunakan hanya ketika air dalam, sementara jika air surut masyarakat masih harus memakai dermaga lama berbahan kayu ulin.
Lebih lanjut, bangunan dermaga permanen tersebut saat ini masih menjadi aset Kementerian Perhubungan. Jika nantinya operasional, kapal atau kelotok milik masyarakat yang biasanya sandar di dermaga ulin akan dipindahkan aktivitas di dermaga baru itu.
“Kami berharap Dinas Perhubungan Kotim dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan kendala ini agar dermaga segera beroperasi. Saat sosialisasi kemarin juga diberikan alat keselamatan oleh pihak balai,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









