BORNEONEWS - Kota Palangka Raya meraih predikat Juara Umum dalam perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejani atau Pesparani Katolik I Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan pada Closing Ceremony yang berlangsung di GOR Indoor Palangka Raya, Minggu, 23 November 2025. Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi kontingen ibu kota provinsi yang tampil kuat di hampir seluruh kategori lomba.
Kota Palangka Raya tercatat meraih 8 medali emas, bersaing ketat dengan perolehan sama dengan Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun selain jumlah medali emas, pertimbangan lain untuk memperoleh gelar juara umum ialah harus mengikuti semua mata lomba.
Karena Kota Palangka Raya mengikuti semua mata lomba sementara Kotim tidak, maka secara otomatis Kota Palangka Raya yang menjadi pemenangnya.
Dalam rangkaian penutupannya, suasana GOR Indoor dipenuhi antusiasme para kontingen dari berbagai kabupaten/kota.
Sorak kemenangan mewarnai ruangan ketika panitia umum Pesparani membacakan hasil akhir seluruh kategori, dan nama Palangka Raya keluar sebagai peraih poin tertinggi.
Para peserta, pelatih, dan pendamping dari Palangka Raya tampak larut dalam suasana haru dan bangga atas capaian yang telah diupayakan sejak persiapan berbulan-bulan.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo secara resmi menutup kegiatan Pesparani pertama di Kalteng tersebut.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen yang telah menunjukkan dedikasi serta menampilkan karya terbaik dalam memuliakan liturgi melalui musik dan seni.
“Pesparani ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan, memperkuat iman, serta memupuk persaudaraan di antara umat,” ujarnya.
Edy Pratowo juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen menjadikan Pesparani sebagai agenda rutin untuk meningkatkan kualitas seni gerejani sekaligus memperkokoh kerukunan antarumat beragama.
Ia berharap event ini mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda Katolik untuk terus mengembangkan talenta mereka di bidang musik liturgi dan pendalaman iman.
Sementara itu, Ketua Panitia Pesparani I Kalteng, Sutoyo menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat sinergi antara pemerintah daerah, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah atau LP3KD, keuskupan, serta para relawan.
Ia menambahkan bahwa kualitas penampilan para peserta tahun ini menunjukkan potensi besar bagi Kalimantan Tengah untuk bersaing di tingkat nasional pada penyelenggaraan Pesparani berikutnya.
Dengan diraihnya gelar Juara Umum oleh Kota Palangka Raya, Closing Ceremony sekaligus menandai berakhirnya perhelatan Pesparani Katolik I Kalteng yang berlangsung sejak 21 November.
Semangat dan kebersamaan yang tercipta selama kegiatan diharapkan menjadi bekal bagi seluruh kontingen untuk terus mengembangkan pelayanan seni gerejani di wilayah masing-masing.
Pesparani berikutnya pun telah dinanti sebagai momentum baru bagi perkembangan seni liturgi Katolik di Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA)









