BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kabupaten Lamandau saat ini telah memiliki 15 Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang dibentuk untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, Minggu, 23 November 2025.
Hendikel menyatakan DESTANA dibentuk dengan tujuan utama menciptakan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana dan memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana.
"Kita ingin masyarakat tidak hanya pasif menghadapi bencana, tapi bisa aktif melindungi diri dan lingkungannya," katanya.
Peran utama DESTANA yang harus dijalankan di setiap desa adalah melakukan pengkajian risiko bencana, mengembangkan rencana penanggulangan bencana, meningkatkan kesadaran masyarakat, mengembangkan sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas masyarakat, mengelola sumber daya, dan berkoordinasi dengan pihak lain.
Hendikel menjelaskan DESTANA masih dalam tahap pembinaan dan fasilitasi. "Kita sedang membimbing dan memberikan dukungan agar setiap desa bisa menjalankan tugasnya dengan baik," katanya.
Hendikel berharap DESTANA yang dibentuk dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, di antaranya adalah meningkatkan kesadaran tentang risiko bencana, mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif, meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat kerja sama antar pihak, dan mengoptimalkan sumber daya desa untuk penanggulangan bencana.
"Dengan adanya DESTANA diharapkan masyarakat Kabupaten Lamandau dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana, serta dapat memulihkan diri dengan segera dari dampak-dampak bencana." Harapnya ( NATALIA KRISTIN/R)









