PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Literasi inklusif menjadi tema utama dalam Obrolan Santai Literasi atau ORASI yang digelar Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat atau PW Forum TBM Kalimantan Tengah, Jumat malam, 21 November 2025.

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini menghadirkan Nova Yuliana Embang, Founder Komunitas Pelita ABK Seruyan yang membagikan pengalaman dan pendekatannya dalam membangun literasi yang ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Dalam pemaparannya, Nova menjelaskan bahwa literasi inklusif merupakan pendekatan yang memastikan setiap orang dapat mengakses sumber belajar, memiliki kesempatan yang sama, serta memperoleh keterampilan untuk menjadi literat dan berpartisipasi dalam masyarakat.

"Prinsip tersebut menjadi dasar dari program literasi yang saya kembangkan bersama komunitas Pelita ABK di Kabupaten Seruyan. Keberpihakan terhadap kebutuhan khusus penting agar tidak ada kelompok yang tertinggal dalam proses belajar," tutur Nova pada Senin, 24 November 2025.

Sesi diskusi diikuti oleh pengurus dan anggota Forum TBM Kalteng, termasuk peserta dari luar daerah.

Berbagai pertanyaan muncul terkait pengelolaan komunitas ABK, metode pendampingan dan advokasi yang efektif, serta strategi memperluas akses terhadap bahan bacaan yang ramah disabilitas.

Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendekatan literasi yang lebih inklusif di masyarakat.

Nova menekankan bahwa ketersediaan bahan bacaan aksesibel perlu diperluas, baik melalui media Braille, cetak huruf besar, audiobook, bahasa isyarat, hingga teknologi bantu seperti perangkat lunak pembaca layar.

Selain itu, para pendidik, pustakawan, relawan, dan pegiat literasi perlu dibekali pelatihan khusus untuk memahami kebutuhan belajar yang beragam.

“Literasi inklusif adalah landasan terciptanya masyarakat yang adil, setara, dan saling menghargai,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerataan akses, pelatihan berkelanjutan, dan program pemberdayaan dapat membuka lebih banyak ruang partisipasi bagi kelompok rentan.

Dukungan pemerintah serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan penyandang disabilitas mendapatkan hak yang setara dalam mengakses informasi, pendidikan, maupun layanan publik.

Forum TBM Kalteng sendiri terus menghadirkan ORASI pada minggu keempat setiap bulan sebagai ruang berbagi praktik baik bagi TBM, komunitas, dan para pegiat literasi di wilayah tersebut.

Ke depan, Forum TBM Kalteng juga akan menggelar Training of Trainers (ToT) Read Aloud pada 29–30 Desember 2025 bekerja sama dengan Read Aloud Kalteng.

Kegiatan ini akan menghadirkan Rossie Setiawan, Founder Readbugs dan penulis buku Membacakan Nyaring, untuk memperkuat kapasitas para pegiat literasi dan anggota forum.

Melalui ORASI dan berbagai program berkelanjutan lainnya, Forum TBM Kalteng menegaskan komitmennya dalam memajukan gerakan literasi serta memperluas kebermanfaatannya bagi seluruh lapisan masyarakat.(TESTI PRISCILLA)