PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Panitia pelaksana Pesparani Katolik I Tingkat Kalimantan Tengah sedang menelusuri sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal pada acara penutupan kegiatan tersebut, Minggu, 23 November 2025.

Insiden ini menimpa puluhan peserta, sebagian besar anak-anak dari kontingen Palangka Raya, yang mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut sesaat setelah waktu makan.

Salah seorang panitia menjelaskan bahwa penyediaan konsumsi selama Pesparani tidak ditangani oleh satu katering tunggal. Panitia hanya menyusun menu harian, sementara proses pengolahan makanan dilakukan oleh beberapa katering berbeda yang melayani masing-masing kontingen sesuai jadwal makan.

“Setiap kontingen bekerja sama dengan katering berbeda. Panitia hanya memastikan menu, namun distribusi dan penyajian dilakukan oleh pihak katering masing-masing,” ujarnya.

Kondisi ini membuat proses penelusuran sumber kontaminasi menjadi lebih kompleks karena makanan yang dikonsumsi peserta berasal dari penyedia yang beragam.

Panitia bersama petugas kesehatan dan pihak terkait telah mengumpulkan sampel makanan dari berbagai katering untuk diuji, termasuk makanan yang disajikan pada sesi terakhir sebelum peserta mengalami gejala keracunan.

Sejumlah saksi, termasuk pendamping kontingen dan panitia konsumsi, dimintai keterangan untuk memetakan alur distribusi makanan.

Pemeriksaan dilakukan terhadap proses penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian untuk memastikan apakah terdapat kesalahan prosedur atau potensi kontaminasi silang.

“Kami ingin memastikan bahwa kejadian ini tidak terulang. Semua pihak yang terlibat dimintai klarifikasi,” kata panitia tersebut.

Hingga kini, puluhan korban telah mendapatkan penanganan medis dan sebagian besar mulai menunjukkan perbaikan. Namun panitia memastikan bahwa investigasi tetap berjalan sampai hasil laboratorium keluar dan penyebab pasti keracunan dapat dipastikan.

Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan standar keamanan pangan dipenuhi dalam seluruh rangkaian kegiatan keagamaan ini.

Panitia Pesparani menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan keluarga yang terdampak, serta menegaskan komitmen untuk meningkatkan standar pengawasan konsumsi di kegiatan berikutnya.

“Keselamatan peserta menjadi prioritas utama. Kami akan membuka hasil investigasi secara transparan sebagai bentuk tanggung jawab,” tegas panitia.

Ketua Panitia Pesparani Katolik I Kalteng, Sutoyo menyatakan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas insiden yang mencoreng jalannya kegiatan provinsi pertama tersebut.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dokter, juga uji laboratorium dari makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian ini. Begitu ada informasi terbaru akan kami sampaikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban serta keluarga peserta yang terdampak. “Kami tentu tidak menginginkan hal ini terjadi,” tegasnya.

Hingga saat ini panitia bekerja sama dengan pihak kesehatan untuk menelusuri penyebab pasti keracunan.(TESTI PRISCILLA/R)