BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Kecamatan Anjir Serapat, Kapuas Timur dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di pusat keramaian. Sebuah insiden pencopetan terjadi di kawasan Pasar Senin Km 11 Anjir Serapat, Senin, 24 November 2025. Kejadian ini sontak membuat heboh dan meresahkan para pengunjung yang tengah sibuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di tengah padatnya aktivitas pasar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pencopetan diketahui merupakan seorang warga yang berasal dari Handil Sinjung, tepatnya yang bermukim di dekat area timbangan.
Dalam peristiwa nahas tersebut, korban dilaporkan mengalami kerugian materiil yang cukup besar, dengan uang tunai yang hilang diperkirakan mencapai lebih dari satu juta rupiah.
Keterangan saksi, modus operandi pelaku adalah memanfaatkan kelengahan korban. Pencopetan terjadi ketika korban sedang fokus memilih pakaian di salah satu lapak pedagang. Pelaku disinyalir memanfaatkan situasi pasar yang berdesak-desakan untuk membuka tas korban tanpa disadari.
"Tas korban memang masih berada di tangan, namun dalam kondisi sudah terbuka dan uang di dalamnya telah raib," ucap Wati, warga setempat menginformasikan.
Aksi pelaku tergolong cukup licin dan rapi. Warga menyebutkan bahwa setelah berhasil mengambil uang tunai, pelaku langsung membuang barang bukti lain berupa dompet yang berisi kartu identitas dan surat-surat berharga.
"Dokumen-dokumen milik korban tersebut kemudian ditemukan warga tergeletak di sekitar area pasar ikan (prak pasar iwak), terpisah dari lokasi pencopetan awal," lanjut Wati.
Korban sendiri baru menyadari nasib sial yang menimpanya setelah melihat tasnya terbuka dan uangnya hilang, yang membuatnya tampak sangat terpukul mencari pelaku yang sudah menghilang.
Kasus ini ternyata bukan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut dengan modus serupa. Sebelumnya, insiden yang mirip dilaporkan juga pernah terjadi di Pasar Rabu, Kilometer 18, pada awal bulan puasa lalu.
Kala itu, seorang korban juga kehilangan uang sebesar Rp500 ribu saat sedang berbelanja ikan, dengan ciri-ciri pelaku yang diduga seorang perempuan dan menyisakan KTP korban saja.
"Pengunjung pasar disarankan untuk selalu memegang tas di bagian depan tubuh dan waspada jika ada orang yang mencurigakan atau memepet di keramaian," pesan Wati. (SABRIANOOR/j)









