BORNEONEWS, Palangka Raya - IPSI Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam membangun SDM pencak silat yang unggul melalui pelatihan intensif bagi wasit, juri, dan pelatih. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Porprov XIII Tahun 2026.
Ketua IPSI Kalteng, Guntur Telajan, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang dengan tiga pilar utama. Pertama, meningkatkan kualitas dan profesionalisme SDM pencak silat. Kedua, mendukung pengembangan daerah melalui pembinaan SDM lokal. Ketiga, mempersiapkan tenaga teknis yang siap bertugas di ajang penting seperti Porprov.
“Pencak silat bukan hanya soal teknik, tapi juga soal integritas dan keadilan dalam memimpin pertandingan. Itulah yang kami tanamkan dalam pelatihan ini,” ujar Guntur, yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi pada Senin, 24 November 2025.
Pelatihan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan regulasi pertandingan versi 2025. Dengan pemahaman yang mutakhir, para peserta diharapkan mampu mengikuti dinamika perkembangan olahraga pencak silat di tingkat nasional.
Zulfikanor Fitri, Sekretaris Umum IPSI Kalteng, menambahkan bahwa pelatihan ini didanai secara swadaya oleh peserta.
“Ini menunjukkan semangat kolektif dan komitmen tinggi dari insan pencak silat di Kalteng,” katanya.
Dengan pelatihan ini, IPSI Kalteng berharap dapat mencetak SDM yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, profesional, dan siap berkontribusi dalam membesarkan pencak silat di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)









