BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Gugus Tugas Koordinasi Sensus Ekonomi 2026 (Garda 2026) BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Isni Sukrianah, menilai sektor ekonomi kreatif di Indonesia, termasuk Kalteng, mengalami lonjakan signifikan setelah pandemi Covid-19. Menurutnya, masa pembatasan sosial justru memicu munculnya berbagai inovasi dan usaha baru yang dikelola dari rumah.
“Pasca Covid-19, ekonomi kreatif justru meningkat karena orang-orang banyak berinovasi dan membuat berbagai usaha baru, bahkan hanya dari rumah. Ada yang menjadi YouTuber, influencer, dan konten kreator. Itu semua masuk dalam ranah ekonomi kreatif. Jadi seharusnya akan ada peningkatan yang cukup banyak dibandingkan SE2016,” ujar Isni saat diwawancarai dalam kegiatan Workshop Wartawan di kantor BPS Kalteng pada Senin, 24 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa banyak jenis usaha kreatif bermunculan dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak semuanya mudah teridentifikasi oleh petugas di lapangan. Untuk itu, Isni menegaskan pentingnya kejujuran dari para responden agar potret ekonomi dapat tergambar akurat.
“Petugas tidak bisa mengarang. Karena itu kami meminta responden untuk jujur, apakah memiliki usaha atau tidak. Yang didata itu usaha yang terlihat sebagai unit kegiatan ekonomi. Influencer, misalnya, tidak selalu memiliki bukti fisik seperti toko atau kantor. Karena itu sangat bergantung pada kejujuran responden,” jelasnya.
Isni juga mengingatkan masyarakat yang memiliki bentuk-bentuk usaha seperti PO atau usaha rumahan lainnya agar tidak ragu menyampaikannya kepada petugas sensus. Menurutnya, data yang akurat hanya bisa diperoleh jika responden memberikan informasi sesuai keadaan sebenarnya.
“Potret ekonomi kita akan benar-benar sesuai kalau respondennya jujur. Dan ini penting untuk perencanaan pembangunan ke depan,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa seluruh data Sensus Ekonomi 2026 bersifat rahasia dan tidak akan dibagikan kepada pihak mana pun, termasuk Direktorat Jenderal Pajak.
“Jadi jangan khawatir akan ada penagihan pajak atau hal lain. Data hanya untuk kepentingan statistik,” kata Isni.
Sensus Ekonomi 2026 akan berfokus pada pendataan seluruh pelaku usaha di Indonesia tanpa terkecuali, termasuk usaha kreatif yang dijalankan secara mandiri atau berbasis digital.
“Responden utamanya adalah orang-orang yang memang punya usaha. Kami berharap partisipasi masyarakat dapat maksimal,” tutur Isni.
Sebelumnya, Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti membuka kegiatan yang diikuti oleh 25 awak media ini. Dalam sambutannya Agnes menyebut bahwa wartawan adalah Mitra BPS dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Media berperan strategis dalam penyebarluasan data dan informasi statistik. Melalui workshop ini, kami ingin memastikan bahwa wartawan memiliki pemahaman yang kuat sehingga berita yang disampaikan kepada publik dapat mendukung pembangunan dan pengambilan kebijakan,” kata Agnes.
SE2026 akan dilaksanakan pada Mei-Juli 2026 melalui pengisian aplikasi Fasi. Pada 1-31 Mei 2026 akan dilakukan Pengisian Kuesioner SE2026 Online. Pada periode ini perusahaan besar akan mendapatkan email untuk mengisi kuesioner secara mandiri (online). Sementara pada 1 Juni - 31 Juli 2026 akan dilakukan Pendataan Lapangan (Door to Door). Bagi semua usaha/perusahaan yang belum memperoleh email untuk pengisian secara mandiri, maka pendataan akan dilakukan secara langsung oleh petugas SE2026. (TESTI PRISCILLA/j)









