KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Data Terpilah Gender dan Anak. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Raudah, Jalan Jenderal A. Yani, Kuala Kapuas, pada Senin, 24 November 2025.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala DP3APPKB Kapuas, dr. Tri Setyautami, para narasumber yang kompeten di bidangnya, serta para peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Kapuas.

Dalam sambutannya, Sekda Kapuas Usis I. Sangkai menegaskan bahwa kualitas data memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tidak dapat lagi menyusun program kerja hanya berdasarkan asumsi atau data yang bersifat umum tanpa mempertimbangkan perbedaan kebutuhan di setiap kelompok masyarakat.

"Pemerintah daerah membutuhkan data yang akurat, terpilah, dan mutakhir agar setiap kebijakan yang kita rumuskan benar-benar menjawab kebutuhan seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan anak," ujar Usis dalam arahannya.

Lebih lanjut, Sekda menilai bahwa pelaksanaan Rakor ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Selain itu, forum ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyediaan data yang berkualitas guna mendukung perencanaan pembangunan yang inklusif.

Usis juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih aktif memperbarui dan menyajikan data secara berkala. Menurutnya, data yang valid akan sangat membantu pemerintah dalam melakukan evaluasi kinerja, menyusun perencanaan yang tepat sasaran, hingga mengidentifikasi potensi maupun persoalan pembangunan yang ada di lapangan.

Menutup arahannya, Sekda mengingatkan pentingnya sinkronisasi antar-OPD agar tidak terjadi perbedaan sumber data. Ia berharap setiap OPD dapat meningkatkan komitmen dalam menyediakan data yang valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai satu basis data yang akurat dan terintegrasi bagi Kabupaten Kapuas. (SABRIANOOR/y)