BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai bagian dari modernisasi sistem pertandingan, IPSI Kalimantan Tengah memperkenalkan teknologi penilaian digital atau digital scoring dalam pelatihan wasit dan juri yang digelar 23–25 November 2025 di Palangka Raya.
Ketua IPSI Kalteng, Guntur Telajan, menyebutkan bahwa penggunaan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akurasi dalam penilaian pertandingan.
“Kami ingin meminimalkan kesalahan dan memastikan keadilan dalam setiap laga,” ujarnya pada Senin, 24 November 2025.
Pelatihan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung penggunaan sistem digital. Para peserta diajarkan cara mengoperasikan perangkat dan memahami indikator penilaian yang digunakan dalam sistem terbaru.
Sementara itu Zulfikanor Fitri, Sekum IPSI Kalteng, menambahkan bahwa penguasaan teknologi menjadi syarat mutlak bagi wasit dan juri masa kini.
“Dengan digital scoring, kita bisa menjamin objektivitas dan mengurangi potensi bias,” jelasnya.
Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan pembentukan karakter. Wasit dan juri dilatih untuk bersikap independen, adil, dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Melalui pelatihan ini, IPSI Kalteng berharap dapat mencetak SDM yang siap menghadapi tantangan pertandingan modern, sekaligus menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportivitas. (TESTI PRISCILLA/y)









