BORNEONEWS, Nanga Bulik - Di tengah kampanye buruk yang sering dihembuskan terhadap komoditas sawit, perusahaan perkebunan dan pekebun mandiri diharapkan memiliki sertifikat RSPO dan ISPO. Kedua sertifikasi ini dianggap penting untuk membuktikan komitmen terhadap praktik yang benar.
Sertifikasi sawit berkelanjutan seperti RSPO dan ISPO bukanlah sekadar label kosong. Sebaliknya, ini merupakan komitmen nyata terhadap pengelolaan perkebunan yang bertanggung jawab secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Tiryan Kuderon menjelaskan bahwa manfaat sertifikat ini sangat nyata bagi pekebun. "Sertifikat ini bukan sekadar kertas, tapi berfungsi sebagai pintu masuk untuk menjual hasil ke pasar luar," tegasnya. Dengan demikian, pekebun memiliki akses yang lebih luas dan potensi pendapatan yang lebih besar.
Direktur Sustainability PT SSMS, Hengky Satrio Wibowo, berharap keberhasilan pekebun di Sematu Jaya dapat menjadi contoh bagi yang lain.
"Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi dan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar sekaligus melindungi lingkungan," harapnya.
Dengan sertifikasi ini, pekebun dapat meningkatkan kualitas hidup dan melindungi lingkungan. Sertifikasi RSPO dan ISPO menjadi kunci penting bagi pekebun untuk memasuki pasar internasional dan meningkatkan pendapatan.
"Keberhasilan pekebun di Sematu Jaya kami berharap dapat menjadi contoh bagi pekebun lainnya untuk mengadopsi praktik perkebunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar." harap Hengky. (NATALIA KRISTIN/H)









