NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pekebun sawit lokal di Lamandau berhasil mendapatkan sertifikat RSPO (tingkat internasional) dan ISPO (tingkat nasional), yang dijuluki "pecah telor" oleh pihak terkait.

"Saya sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian ini. Saya akui memang agak terlambat dibanding daerah lain, tetapi ini tetap menjadi kebanggaan bagi Lamandau," Katanya

Kegiatan penyerahan sertifikat dilakukan pada Sabtu, 22 November 2025 bersamaan dengan pemberian insentif kredit RSPO kepada ratusan pekebun di Kecamatan Sematu Jaya. Acara ini menandai penyerahan sertifikat RSPO ke tiga dan ISPO pertama di kabupaten.

BUMDes Berkah Mulya Jaya menjadi yang pertama meraih kedua sertifikat tersebut. BUMDes ini terdiri dari 506 pekebun dengan total luasan areal perkebunan mencapai 1997 hektar.

Ketua BUMDes Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan ini.

"Alhamdulillah lolos, menjadikan kami pekebun dengan sertifikat RSPO pertama di Lamandau," ujarnya.

Selain mendapatkan sertifikat, BUMDes juga telah melakukan book & claim pada sistem perdagangan PRISMA RSPO. Dari aktivitas ini, mereka berhasil mendapatkan pendapatan sebanyak Rp 1.220.093.645. (NATALIA KRISTIN/H)