BORNEONEWS, Sampit – Sekretaris Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) M Abadi memastikan empat desa di Kecamatan Mentaya Hulu masuk dalam roadmap pembangunan listrik pedesaan tahun 2026 oleh PLN.
Desa Pantap dan Kapuk ditetapkan pada tahap pertama, sementara Desa Kawan Batu dan Baampah masuk dalam tahap kedua.
Abadi menjelaskan masyarakat empat desa tersebut sudah menunggu cukup lama untuk mendapatkan akses listrik PLN. Karena itu, pihaknya berharap seluruh desa dapat dikerjakan secara bersamaan apabila memungkinkan.
“Harapan kami empat desa itu dilakukan serempak untuk penyaluran listrik karena program ini sudah lama ditunggu masyarakat,” ujarnya, Selasa, 25 November 2025.
Namun jika dua desa yang masuk tahap kedua belum bisa direalisasikan akibat perencanaan yang belum rampung, Abadi meminta agar alokasi pembangunan tidak dialihkan keluar Kotim.
“Jika pun nanti aliran listrik di tahap dua belum bisa berjalan karena perencanaannya belum rampung, kami harapkan kalau dialihkan pun tetap di desa-desa dalam wilayah Kotim agar programnya tidak lepas,” imbuhnya.
Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kalteng Sugianto menjelaskan empat desa tersebut memang telah masuk dalam program listrik pedesaan dan akan diusulkan melalui anggaran 2026. Menurutnya, dua desa menjadi prioritas awal karena kesiapan dokumen teknisnya telah lengkap.
“Saat ini empat desa di Mentaya Hulu akan kita usulkan untuk anggaran 2026. Dua desa menjadi tahap pertama dan dua desa berikutnya masuk tahap kedua. Kita perlu mempersiapkan gambar dan RAB agar ketika diusulkan semua dokumen sudah matang,” ujar Sugianto.
Desa Pantap dan Kapuk masuk prioritas tahap pertama karena dokumen perencanaannya sudah tersedia. Sementara Desa Baampah dan Kawan Batu akan menyusul pada tahap kedua, dengan opsi jaringan listrik bersumber dari PT Kawan Mas. (DEWI PATMALASARI/R)









