BORNEONEWS, Palangka Raya - Peluncuran implementasi Program Asuransi Usaha Tani Padi atau AUTP Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Tengah mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, H Darliansjah, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah. Peluncuran dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong literasi dan inklusi asuransi, khususnya bagi pelaku usaha tani.
Darliansjah menyampaikan bahwa AUTP sangat relevan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, yakni Huma Betang, yang menekankan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata. Menurutnya, asuransi pertanian menjadi instrumen strategis untuk memberi perlindungan bagi petani yang sering menghadapi risiko gagal panen akibat perubahan iklim, bencana alam, maupun serangan hama. Dengan meningkatnya literasi asuransi, petani diharapkan semakin memahami pentingnya mekanisme mitigasi risiko tersebut.
Dalam sambutannya, Darliansjah menegaskan bahwa Kalimantan Tengah memiliki peran vital sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan kontribusi yang besar terhadap produksi padi nasional, provinsi ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan Indonesia. Ia menyebut bahwa kehadiran AUTP tidak hanya membantu petani secara langsung, tetapi juga memperkuat sistem pangan nasional menuju pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
“Dengan AUTP, kita tidak hanya melindungi petani, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Saya berharap keberadaan program ini mampu berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama petani,” ujar Darliansjah pada Selasa, 25 November 2025.
Ia menambahkan bahwa perlindungan yang memadai dapat mendorong petani lebih berani berinvestasi dalam peningkatan produktivitas pertanian.
Darliansjah juga menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung implementasi program ini agar dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
"Saya berharap AUTP menjadi titik awal bagi semakin luasnya pemanfaatan produk asuransi di daerah pedesaan yang selama ini masih minim disentuh layanan keuangan formal. Dengan demikian, pembangunan sektor pertanian dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan," tegasnya.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pemaparan perkembangan terkini implementasi Program AUTP Tahun 2025 oleh Representative Manager PT Asuransi Jasa Indonesia Sampit, Ida Bagus Shamkara Agung. Pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai kesiapan operasional serta sasaran program di kabupaten-kabupaten se-Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/y)









