BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus memperkuat implementasi Program Peremajaan Perkebunan Kelapa dan Program Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa melalui kegiatan lapangan yang menyasar langsung daerah sentra produksi.
Pada 11–12 November 2025, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, didampingi Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa, Triana Meinarsih, memimpin kunjungan lapangan ke Kabupaten Pulau Morotai untuk meninjau lokasi penangkaran bibit varietas unggul Kelapa Bido.
"Kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan kesiapan teknis dan kelembagaan di daerah dalam penyediaan bahan tanam unggul yang akan menunjang percepatan pengembangan perkebunan kelapa nasional," kata Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa, Triana Meinarsih pada Rabu, 26 November 2025.
Selain tim BPDP, kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi lintas instansi bersama Direktorat Jenderal Perkebunan, serta didampingi oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara, Sakop, dan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Abd Wahab Hi Rajab.
Setibanya di Morotai, rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, yang memberikan penjelasan komprehensif mengenai potensi besar varietas unggul Kelapa Bido.
Ia menjelaskan karakteristik unik varietas lokal tersebut yang telah lama menjadi komoditas unggulan daerah dan siap dikembangkan lebih luas sebagai bagian dari program nasional.
Tidak hanya meninjau lokasi penangkaran bibit, BPDP dan tim juga melakukan pengecekan lapangan ke kebun Pohon Induk Terpilih (PIT) di Kecamatan Bido.
"Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa pohon induk yang menjadi sumber benih telah memenuhi standar kualitas dan produktivitas, sehingga bibit yang dihasilkan kelak benar-benar mampu mendukung peremajaan dan peningkatan produktivitas kebun kelapa milik petani," tambah Triana.
Sementara itu menurut Normansyah, kesiapan sumber benih unggul merupakan kunci keberhasilan pengembangan kelapa dari sektor hulu.
"BPDP berkomitmen memperkuat rantai produksi mulai dari penyediaan benih hingga peningkatan kapasitas petani agar produktivitas kelapa nasional dapat meningkat secara signifikan," katanya.
Melalui kunjungan ini BPDP ingin memastikan bahwa seluruh tahapan persiapan di daerah berjalan dengan baik dan sesuai standar, sehingga program peremajaan dan penyediaan sarana prasarana perkebunan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani.
Varietas unggul Kelapa Bido di Morotai diharapkan menjadi salah satu pilar penguatan komoditas kelapa nasional di masa mendatang.(TESTI PRISCILLA)









