PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS meraih penghargaan dalam ajang Peluncuran Laporan Responsible Business Conduct atau RBC Benchmark dan Anugerah Bisnis dan Hak Asasi Manusia 2025, yang diselenggarakan oleh SETARA Institute For Democracy and Peace bersama SIGI atau Inclusive Governance Initiative dalam acara Malam Apresiasi Anugrah Bisnis dan HAM. 

Riset yang bertajuk Responsible Business Conduct (RBC) Benchmarking bertujuan untuk mengukur dan menilai sejauh mana penanaman (embedding) prinsip bisnis dan HAM (UNGPs on Business and Human Rights) diterapkan oleh perusahaan. Studi dan penghargaan ini berfokus pada sektor kelapa sawit dan pertambangan, yang paling memiliki risiko tinggi terhadap lingkungan hidup.

Dalam riset RBC Benchmark tahun ini, terdapat 8 perusahaan dari sektor perkebunan kelapa sawit dan 18 perusahaan dari sektor pertambangan yang menjadi objek penilaian. Dan PT SSMS Tbk berhasil mencatat skor tertinggi diantara kedua sektor tersebut, yaitu 84, menjadikan perusahaan sebagai pemimpin dalam penerapan prinsip Bisnis dan Hak Asasi Manusia (Business and Human Rights/BHR) berbasis UN Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs). Capaian ini sekaligus mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek ESG dan keberlanjutan di seluruh lini operasi.

RBC Benchmark merupakan riset pertama yang secara khusus menilai perusahaan-perusahaan di sektor kelapa sawit dan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sedang dalam proses IPO, maupun perusahaan strategis lain yang beroperasi di Indonesia. 

Penilaian ini juga memperkuat rekam jejak SSMS sebagai perusahaan yang telah lama berkomitmen pada praktik perkebunan berkelanjutan melalui kepemilikan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), yang menjadi standar penting dalam memastikan operasional yang bertanggung jawab dan selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan global maupun nasional.

Direktur Sustainability PT SSMS Tbk, Henky Satrio menyampaikan apresiasinya atas capaian penting ini.

“Meraih skor tertinggi dalam RBC Benchmark merupakan bukti konkret bahwa SSMS berada pada jalur yang tepat dalam mengintegrasikan prinsip Bisnis dan Hak Asasi Manusia secara konsisten, kuat, dan terukur di seluruh operasi kami. Penilaian ini tidak hanya mengapresiasi apa yang telah kami lakukan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keberlanjutan kami,” ujarnya kepada Borneonews pada Rabu, 26 November 2025.

Ke depan, lanjutnya, SSMS berkomitmen untuk terus memperkuat upaya dalam memastikan pemenuhan HAM, mulai dari pengecekan secara menyeluruh hingga peningkatan kemampuan tim di lapangan.

"Kami juga akan memastikan bahwa prinsip-prinsip HAM benar-benar diterapkan di setiap kegiatan bisnis dan sepanjang rantai pasok. Kami percaya bahwa menghormati hak asasi manusia adalah kunci untuk membangun bisnis yang bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan bagi semua pihak,” tutur Henky lagi.

Acara peluncuran laporan dan pemberian penghargaan digelar pada Selasa, 25 November 2025, di Hotel Pullman Jakarta, dan dihadiri oleh perwakilan perusahaan, lembaga riset, regulator, serta organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada keberlanjutan dan HAM.

Dengan capaian ini, PT SSMS Tbk semakin meneguhkan posisinya sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menjalankan operasional secara bertanggung jawab, transparan, serta sesuai standar internasional dan nasional, termasuk komitmen pada RSPO dan ISPO, dalam mendukung praktik bisnis berkelanjutan dan penghormatan hak asasi manusia. (TESTI PRISCILLA/j)