KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Dalam beberapa hari terakhir jalan poros dari Banjarmasin menuju Pelaihari mengalami kemacetan cukup panjang. Hal ini dikarenakan adanya perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut 

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Laut sendiri telah resmi mengumumkan penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Bati-Bati seiring dimulainya perbaikan Jembatan Batang Banyu I. 

Selama masa perbaikan berlangsung, arus lalu lintas utama dialihkan menggunakan Jembatan Bailey. Mengingat jembatan darurat ini memiliki keterbatasan kapasitas, petugas di lapangan menerapkan sistem buka–tutup jalur. 

Selain itu, diberlakukan pembatasan beban kendaraan (tonase) dengan batas maksimal 12 ton demi menjaga struktur jembatan sementara agar tetap aman dilalui.

Guna mengantisipasi kemacetan panjang akibat sistem buka-tutup tersebut, pihak kepolisian telah menyiapkan skema jalur alternatif bagi masyarakat.

Bagi pengendara yang bergerak dari arah Pelaihari menuju Banjarmasin atau sebaliknya, sangat disarankan untuk mengambil rute melalui Pulau Sari – Kurau – hingga tembus ke Lingkar Selatan.

Sementara itu, bagi pengguna jalan yang hendak melakukan perjalanan dari Pelaihari menuju Banjarbaru maupun arah sebaliknya, tersedia opsi jalur alternatif lain yang dapat ditempuh. Masyarakat diimbau untuk melintasi jalur Tambang Ulang – Martadah – Banyu Irang/Cempaka. Penggunaan jalur-jalur alternatif ini diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan di titik perbaikan jembatan.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, melalui Kasat Lantas Polres Tanah Laut, IPTU A.R.R. Dikav, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari seluruh masyarakat serta instansi terkait. 

"Mohon kesabaran dan pengertian para pengguna jalan. Rekayasa lalu lintas ini kita lakukan demi keselamatan bersama," ungkapnya, Rabu, 26 November 2025 dalam surat edaran.

Kasat juga berharap perbaikan jembatan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target, sehingga infrastruktur tersebut dapat digunakan secara optimal menjelang momentum peringatan 5 Rajab 1447 H atau acara rutinan malam Senin Sekumpul tahun 2025 mendatang. (SABRIANOOR/j)