PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - OJK dan BPS Provinsi Kalimantan Tengah memberikan pelatihan intensif kepada petugas Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK 2026 selama tiga hari, 25–27 November 2025 guna memastikan pelaksanaan survei berjalan akurat dan berstandar nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hapakat Kantor OJK Kalteng itu dibuka pada Selasa, 25 November 2025 dan diikuti 13 petugas dari tiga kabupaten: Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, dan Kapuas. Mereka terdiri dari tiga Petugas Pemeriksa Lapangan dan sepuluh Petugas Pendata Lapangan.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi SDM lapangan.

“Kami ingin memastikan setiap informasi terkumpul secara tepat, akurat, dan mencerminkan kondisi sesungguhnya,” kata Primandanu pada Kamis, 27 November 2025.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman definisi operasional survei, teknik komunikasi responden, hingga tata cara penginputan data. Peserta juga dilatih untuk mengantisipasi kendala lapangan, terutama terkait akses ke wilayah terpencil.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengingatkan bahwa disiplin dan integritas menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan SNLIK. Kepercayaan publik terhadap hasil survei sangat bergantung pada profesionalisme petugas.

Survei ini akan memotret sejauh mana masyarakat di Kalimantan Tengah mengenal dan menggunakan layanan keuangan formal, sekaligus mengidentifikasi ruang untuk intervensi kebijakan yang lebih inklusif.(TESTI PRISCILLA)