PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menyatakan bahwa pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK terus mengalami penguatan metodologi dan tata kelola data demi menghasilkan informasi yang lebih akurat bagi penyusunan kebijakan inklusi keuangan nasional.

Dalam sambutan pada Pelatihan Petugas SNLIK 2026 di Aula Hapakat Kantor Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah pada 25-27 November 2025, Agnes menjelaskan bahwa survei serupa telah dilaksanakan OJK pada 2013, 2016, 2019, dan 2022.

Mulai 2024, BPS dilibatkan sebagai mitra pelaksana agar kualitas estimasi statistik dapat ditingkatkan, terutama pada level nasional.

“Sinergi ini bertujuan memperkuat kualitas data, sehingga hasil survei tidak hanya merekam tingkat literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Agnes pada Kamis, 27 November 2025.

Untuk pelaksanaan SNLIK 2026, survei akan menyasar responden anggota rumah tangga (ART) berusia 15 hingga 79 tahun yang dipilih secara menyeluruh di 34 provinsi.

Secara nasional, pengumpulan data mencakup 120 kabupaten/kota dan delapan wilayah kantor OJK regional.

Agnes menyebutkan bahwa di Kalimantan Tengah pengambilan sampel akan dilakukan di tiga kabupaten, yaitu Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, dan Kapuas.

Wawancara dengan responden akan dilakukan secara langsung menggunakan metode Computer-Assisted Personal Interview (CAPI). Pelaksanaan lapangan dijadwalkan berlangsung pada 12 Januari hingga 10 Februari 2026.

Ia menegaskan pentingnya peran petugas lapangan dalam menjaga mutu data. “Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Kami akan terus mengawal SNLIK agar pelaksanaannya optimal dan data yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” kata Agnes lagi.(TESTI PRISCILLA/R)