BORNEONEWS, Palangka Raya - Konferensi Internasional ke-3 tentang Keanekaragaman Hayati dan Pembangunan Berkelanjutan 2025 atau iBIOSDG2025 resmi digelar dengan mengusung tema Eco-Tourism Bridging Biodiversity and Inclusive Development.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Institute for Biodiversity and Sustainable Development atau IBSD bekerja sama dengan Yayasan Lestari Malaysia dan Universitas Sumatera Utara atau USU, Indonesia.
Menghadirkan para peneliti, akademisi, praktisi, hingga mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi, konferensi ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.
Perwakilan lembaga penelitian dan sektor industri juga turut berpartisipasi untuk memperkuat kolaborasi multipihak.
Salah satu sesi utama menghadirkan Plenary Speaker, Prof. Dr. Ir. Rahmawaty dari Fakultas Kehutanan USU.
Dalam paparannya berjudul “The Role of Community Participation in Managing Ecotourism in the Buffer Zone of Gunung Leuser National Park, Indonesia for Achieving SDGs,” ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan ekowisata tidak dapat dilepaskan dari partisipasi aktif masyarakat lokal.
“Ekowisata di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser telah membuktikan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi penduduk sekitar,” ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Kamis, 27 November 2025.
Menurutnya, model ini selaras dengan berbagai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals/SDGs, termasuk pengentasan kemiskinan, pelestarian ekosistem daratan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan kolaboratif dan pemberdayaan masyarakat telah meningkatkan kesadaran konservasi dan meminimalkan praktik yang dapat mengancam keanekaragaman hayati.
“Ketika masyarakat merasakan manfaat langsung dari pelestarian, maka komitmen terhadap keberlanjutan akan tumbuh secara alami,” tambahnya.
Konferensi iBIOSDG2025 terus mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam merespons tantangan global terkait pembangunan berkelanjutan.
Kontribusi dari bidang ilmu alam, arsitektur, hingga teknologi rekayasa dibutuhkan untuk menciptakan solusi integratif yang mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat inklusivitas pembangunan.
Selain Prof Rahmawaty, hadir pula Plenary Speaker lainnya yaitu Professor Dr. Mohd Nazip Suratman, Honorary Professor and Key Associate Fellow Institute for Biodiversity and Sustainable Development, Universiti Teknologi MARA, Malaysia membawakan mmater Rebuilding the Carbon Connection: Lessons from Forest and Coastal Ecosystems.
Selain ith ada pula Professor Dr. Dixon T. Gevaña, Director of Forestry, Development Center, College of Forestry and Natural Resources, University of the Philippines Los Baños, Philippines membawakan materi Mangrove Conservation Promoting Sustainable Ecotourism and Local Resilience in Southeast Asia.(TESTI PRISCILLA)









