PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Dinas Sosial Kabupaten Lamandau secara resmi meluncurkan dan mensosialisasikan Proyek Perubahan unggulan “Makin Berdaya” (Akselerasi Graduasi Mandiri KPM PKH melalui Sistem Pemberdayaan Terintegrasi), yang dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik, pada Rabu, 26 November 2025

Kegiatan ini menjadi tonggak penting implementasi inovasi digital yang bertujuan memutus mata rantai ketergantungan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial Lamandau, Syaifudin Zuhri, menjelaskan bahwa Proyek Perubahan "Makin Berdaya" merupakan jawaban strategis terhadap masalah klasik: Program pemberdayaan yang tidak tepat sasaran karena kurangnya integrasi data.

“Kami menggunakan forum konsultasi publik ini secara khusus untuk meresmikan dan memperkenalkan Proyek Perubahan Makin Berdaya. Ini adalah sistem yang kami bangun untuk mempercepat graduasi mandiri KPM PKH melalui transformasi digital,” ujar Syaifudin Zuhri, Kamis, 27 November 2025

Sistem Makin Berdaya akan berfungsi sebagai data bridge yang menyatukan data potensi KPM dari Dinas Sosial dengan program-program dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra, seperti Dinas Koperasi UKM dan Dinas Tenaga Kerja.

“Melalui sistem terintegrasi ini, kami memastikan bahwa KPM yang siap berwirausaha akan disalurkan ke pelatihan yang spesifik. Tujuan akhirnya adalah efisiensi anggaran pemerintah daerah karena berkurangnya jumlah KPM yang bergantung pada bantuan, sekaligus peningkatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Lamandau,” tegasnya.

Syaifudin menambahkan, masukan dan saran dari berbagai pihak sangat penting untuk penyempurnaan layanan sosial ke depan. Dengan kolaborasi lintas sektor yang diperkuat oleh sistem digital ini, Dinsos Lamandau menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mendorong kemandirian masyarakat melalui program-program sosial yang berkelanjutan. (NATALIA KRISTIN/H)