BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dapil III Zainuddin mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk segera menyiapkan langkah konkret dalam mengatasi persoalan air bersih yang kerap melanda wilayah selatan, khususnya Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut.
Menurutnya, setiap memasuki musim kemarau, masyarakat di dua kecamatan tersebut selalu menghadapi kesulitan air bersih. Kondisi geografis yang berada di wilayah pesisir membuat air sumur berubah asin sehingga tidak layak dikonsumsi. Situasi ini menjadi persoalan besar yang terus berulang setiap tahun.
“Saat kemarau wilayah selatan yang dekat laut membuat air menjadi asin dan tidak bisa dikonsumsi. Ini masalah serius yang tidak boleh diabaikan,” kata Zainuddin, Kamis, 27 November 2025.
Ia berharap PDAM segera menyiapkan strategi antisipasi untuk kemarau tahun depan, baik dengan menyalurkan air bersih secara gratis maupun mempercepat pembangunan jaringan pipa menuju Kecamatan Teluk Sampit. Jalur yang dimaksud meliputi Desa Parebok, Basawang, Regei Lestari, Kuin Permai hingga Lampuyang.
Sementara di Kecamatan Pulau Hanaut, tantangannya lebih besar karena terdapat 14 desa yang sangat membutuhkan pasokan air bersih.
“Selama ini warga terpaksa membeli air, dan itu membebani ekonomi mereka. PDAM harus hadir memberikan solusi,” ujarnya.
Zainuddin menyebut selama ini, masyarakat hanya mengandalkan air tadah hujan. Sehingga saat kemarau mereka mengandalkan bantuan air bersih dari organisasi, BPBD, dan PMI.
Untuk jangka panjang, ia mendorong pembangunan sumur bor dalam sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air layak konsumsi jika pembangunan jaringan PDAM belum memungkinkan. (DEWI PATMALASARI/H)









