BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit mengatakan lokasi kemunculan beruang besar di sekitar Wengga – Bumi Raya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, bukan merupakan habitat asli satwa liar tersebut.
Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah menjelaskan kawasan yang terlihat dalam video merupakan area semak belukar yang berdekatan dengan permukiman.
“Kalau sekitaran Perumahan Wengga Metropolitan, itu bukan habitatnya. Vegetasi dominan di lokasi tersebut adalah semak belukar, itu ditebas lalu ditanami nenas. Ini yang kami duga menjadi alasan beruang mendekati area tersebut, karena beruang memakan buah dan umbut nenas,” ujarnya, Kamis, 27 November 2025.
Ia menyebut kemunculan beruang di wilayah itu bukan pertama kali terjadi. Beberapa tahun lalu juga pernah ada laporan kemunculan beruang di sekitar Perum Wengga Metropolitan, namun saat itu musim kemarau. Berbeda dengan kemunculan kali ini saat musim hujan.
Terkait video berdurasi 38 detik yang viral di media sosial, Muriansyah mengatakan beruang tersebut terlihat tampak berukuran besar atau dewasa. Pihaknya masih akan melakukan penelusuran lokasi pasti kemunculan satwa tersebut.
“Kami akan pastikan dulu titik pastinya. Jika benar di sekitar Wengga Metropolitan, kami mengimbau warga agar berhati-hati, terutama yang rumahnya berada dekat semak belukar. Jangan membuang sampah rumah tangga ke semak, karena bisa mengundang beruang. Penciuman beruang sangat tajam,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga di perbatasan Wengga–Bumi Raya dibuat geger setelah melihat seekor beruang dewasa berkeliaran di semak-semak.
Video 38 detik yang direkam warga memperlihatkan hewan besar berwarna hitam berukuran hampir sebesar anak sapi. (DEWI PATMALASARI/R)









