PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Suasana malam di Hotel Adya Langkawi pada Kamis, 27 November 2025, berubah meriah ketika perwakilan Universitas Sumatera Utara (USU), Indonesia, menampilkan kebudayaan khas Sumatera Utara dalam gelaran Network Dinner sebagai rangkaian The 3rd International Conference on Biodiversity and Sustainable Development (iBIOSDG 2025).

Delegasi USU menghadirkan kolaborasi musik dan tari tradisional Batak yang memikat perhatian para peserta konferensi dari berbagai negara.

Penampilan tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Ir. Dr. Rahmawaty, Ketua Program Studi S2 dan S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) USU, yang turut memimpin lantunan dan gerak tari para mahasiswa dan alumni.

Dengan balutan kostum tradisional, para delegasi menyanyikan lagu-lagu Batak penuh semangat dan membawakan tarian daerah yang mencerminkan kekayaan budaya Sumatera Utara.

Penonton dari Malaysia, Filipina, dan negara lainnya tampak antusias, bahkan sebagian ikut bergabung menari bersama di akhir pertunjukan.

Prof Rahmawaty mengatakan bahwa keikutsertaan USU dalam acara budaya ini merupakan bagian dari diplomasi akademik dan kebudayaan yang penting di tengah forum ilmiah internasional.

“Konservasi bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga melestarikan identitas dan kearifan lokal. Melalui seni dan budaya, kami memperkenalkan Sumatera Utara kepada dunia,” ujarnya.

Selain menjadi hiburan, penampilan tersebut menjadi sarana mempererat jejaring antarlembaga pendidikan dan peneliti yang hadir di iBIOSDG 2025. Delegasi USU berharap kontribusi pada sesi ilmiah dan penampilan budaya ini semakin memperkuat citra akademisi Indonesia di kancah global.

Kegiatan Network Dinner ini menutup hari pertama konferensi dengan penuh kehangatan dan persahabatan antarpeserta sejalan dengan semangat iBIOSDG 2025 yang menjembatani kolaborasi dan keberlanjutan lintas negara.(TESTI PRISCILLA)