KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Proses penimbunan dan perbaikan jalan poros yang vital, menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, dilaporkan mengalami kendala signifikan pada Jumat, 28 November 2025.

Kondisi jalan yang berlumpur tebal dan dipenuhi kubangan parah akibat musim hujan membuat akses transportasi bagi pengendara roda dua dan roda empat menjadi sangat sulit, bahkan menyebabkan kemacetan dan upaya putar balik.

Dari laporan warga setempat, termasuk di lokasi Pulau Kaladan, Kecamtan Mantangai, terlihat bagaimana kendaraan besar seperti truk pengangkut material terjebak di jalanan yang menyerupai bubur.  

Beberapa truk terlihat miring atau terperosok, sementara kendaraan roda dua harus berjuang keras melintasi medan yang penuh tantangan tersebut. Kondisi ini diperparah dengan sisa-sisa proyek perbaikan yang mungkin belum tuntas, membuat lapisan lumpur semakin tebal dan licin.

Pengendara yang berusaha melintas dilaporkan harus menghabiskan waktu berjam-jam. Salah seorang warga menyatakan bahwa mereka harus putar balik melalui jalur alternatif perusahaan karena kondisi jalan yang sangat parah. 

Proyek-proyek perbaikan jalan di wilayah tersebut sudah berlangsung sejak akhir tahun sebelumnya. Salah satu warga, Daniel, menanggapi situasi ini dengan nada pasrah, mengingatkan bahwa kondisi jalan yang berlumpur memang harus dinikmati sementara waktu, mengingat proyek baru dimulai dan bertepatan dengan musim hujan. Harapan besar tetap disematkan agar perbaikan, khususnya pengaspalan, dapat segera diselesaikan untuk memulihkan konektivitas.

"Mulai dulu proyek-proyek ini banyak di akhir tahun, yang bertepatan dengan musim penghujan," ucapnya.

Masyarakat melalui berbagai media sosial dan grup komunikasi terus menyuarakan harapan mereka agar proyek pengaspalan segera dilanjutkan dan diselesaikan. 

"Semoga segera dilakukan pengaspalan saja," tukas Endro, warga setempat yang menyikapi kondisi ini. (SABRIANOOR/j)