SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) stok beras medium dalam kondisi sangat aman bahkan mampu memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan.

“Untuk stok beras medium kita saat ini sangat aman, ada hampir 7.000 ton. Dengan jumlah tersebut diperkirakan bisa sampai 12 bulan ke depan atau sampai satu tahun. Jadi untuk menghadapi momentum Nataru ini tidak jadi masalah,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Jumat, 28 November 2025.

Fuad menyampaikan, dengan banyaknya stok beras di Bulog saat ini maka masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan beras. Harga pun dipastikan tidak akan terdampak momentum Nataru.

Di samping itu, rencananya pada Maret-April 2026 Bulog Kotim kembali menyerap hasil panen petani lokal sehingga stok beras pun bertambah.

“Harga kita masih sama, untuk beras SPHP dari gudang Bulog itu Rp11.300 per kilogram. Lalu, untuk harga di masyarakat atau pedagang mitra itu Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp65.500 per 5 kilogram, tapi saat ini rata-rata justru menjual Rp60.000, jadi masih sangat jauh di bawah HET,” ujarnya.

Selain beras, Bulog Kotim juga menyediakan komoditas pokok lainnya berupa minyak goreng, kendati jumlahnya tidak banyak, yakni 20.000 liter.

Stok minyak goreng dari Bulog ini difokuskan untuk penyaluran ke Pasar Keramat dan Pasar PPM.

Walaupun stok minyak goreng tidak banyak, namun ia berharap bisa turut membantu menjaga stabilitas harga di pasaran. Adapun, harga minyak goreng dari Bulog Kotim yang disuplai ke pedagang eceran adalah Rp14.800 per liter, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700.

Ia juga memastikan ketersediaan minyak goreng secara keseluruhan di Kotim tetap terjamin karena adanya peran aktif dari pihak swasta dan distributor lain.