SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, bersama TK Arafah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memperkuat penerapan Kurikulum Merdeka di tingkat PAUD melalui kegiatan studi tiru.

“Implementasi Kurikulum Merdeka adalah perjalanan pembelajaran yang memerlukan kolaborasi agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan mereka,” kata Kepala TK Arafah Sampit, Sona Dwi Marganingsih, Jumat, 28 November 2025.

Hal itu ia sampaikan setelah TK Arafah menerima kunjungan studi tiru IGTKI Hanau pada Kamis, 27 November 2025. 

Sebanyak 76 peserta, terdiri dari pengurus dan anggota IGTKI Hanau, mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja organisasi tersebut pada tahun 2025.

Sona menjelaskan, kolaborasi antar satuan pendidikan penting dilakukan untuk saling berbagi strategi dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pembelajaran di PAUD.

Beberapa program unggulan yang dibagikan TK Arafah meliputi pembelajaran berbasis bermain, asesmen autentik, penguatan profil pelajar pancasila, pengelolaan lingkungan dan fasilitas belajar

“Kami terbuka jika ada masukan guna meningkatkan mutu pendidikan bersama. Kami berharap kerja sama ini semakin memperkuat peningkatan kualitas layanan PAUD,” tambahnya.

Ketua Yayasan Mahad Al Arafah Muhammad Iqbal Hafizh mengapresiasi kunjungan IGTKI Hanau. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak dan menjadi sinergi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di Kalimantan Tengah.

"Semoga ini bisa memberi manfaat bagi kita semua, karena kami juga belajar dari IGTKI Hanau. Semoga menjadi sinergi yang positif ke depannya dalam upaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik di Kalimantan Tengah," ujarnya. 

Ia berharap, kegiatan studi tiru menjadi awal kerja sama yang lebih erat dalam menghadirkan pendidikan PAUD yang merdeka, humanis, dan berorientasi pada masa depan anak-anak Indonesia.

Sementara itu, IGTKI Hanau memberikan kesan positif terhadap penyelenggaraan pembelajaran di TK Arafah. Mereka menilai lingkungan sekolah TK Arafah sangat nyaman dengan kelas yang rapi dan fasilitas yang memadai.

Guru-guru juga dinilai ramah dan mampu menghadirkan pembelajaran berbasis bermain yang menyenangkan, sehingga anak-anak terlihat mandiri dan antusias mengikuti kegiatan.

Fasilitas sekolah dilengkapi area bermain yang luas, inovasi pembelajaran, serta pengelolaan lingkungan belajar menjadi inspirasi untuk diterapkan di sekolah-sekolah guru-guru yang tergabung dalam IGTKI Hanau. (DEWI PATMALASARI/H)