PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hari kedua Sinara Fest 2025 resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Aceh, Paryan, melalui prosesi pemotongan pita pada Jumat, 28 November 2025.

Acara yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bersama Kanwil DJPb Aceh ini dinilai mampu memberikan dorongan nyata bagi pelaku UMKM berbasis komoditas perkebunan di daerah.

“Sinara Fest ini program yang sangat menarik dan bisa memacu semangat UMKM, terutama di Aceh, untuk terus memasarkan produk, berinovasi, dan bahkan bersiap menuju pasar global,” ujar Paryan dalam rilis BPDP.

Ia menekankan perlunya keberlanjutan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem bisnis dan meningkatkan nilai tambah komoditas strategis.

Selain pembukaan resmi, Paryan berkeliling area pameran dan menyempatkan diri mencoba permainan edukatif di booth BPDP.

Ia menilai penyampaian informasi melalui media interaktif menjadi langkah kreatif dalam meningkatkan literasi publik.

“Booth BPDP sangat interaktif dan menarik, karena mengedukasi pengunjung dengan cara yang berbeda dan menyenangkan,” tuturnya.

Keberadaan pelaku usaha binaan BPDP juga memberi warna tersendiri, salah satunya melalui kehadiran Febri Yunarta, Owner Cambiacraft, yang memamerkan produk kreatif berbahan turunan sawit. Kisah keberhasilannya dinilai dapat menginspirasi peserta lain untuk terus berinovasi.

Selain sesi edukatif, Sinara Fest diisi dengan kegiatan partisipatif seperti senam bersama serta pameran produk UMKM yang menampilkan beragam olahan komoditas sawit, kelapa, dan kakao.

Pengunjung dapat langsung melihat bagaimana komoditas perkebunan dapat memberi nilai ekonomi lebih setelah diolah.

Melalui Sinara Fest 2025 di Aceh, BPDP dan Kemenkeu Satu kembali menegaskan komitmen memperkuat literasi pelaku usaha dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi perkebunan yang berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)