PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI Mukhtarudin menegaskan komitmen membangun ekosistem penyiapan SDM unggul melalui pembentukan Migration Center di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR).

Dalam arahannya di Aula Kampus 3 UMPR, Mukhtarudin mengatakan bahwa Muhammadiyah memiliki infrastruktur dan SDM yang memadai.

Ia menilai perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar kerja global.

“Muhammadiyah punya infrastruktur yang cukup banyak dan SDM yang bagus. Kami ingin membangun sinergi agar lembaga ini dimanfaatkan untuk menciptakan SDM yang siap mengisi pasar kerja luar negeri. Kita mulai dengan MoU, lalu PKS, dan pendampingan hingga terbentuk Migration Center,” ungkap Mukhtarudin dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Sabtu, 29 November 2025.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengembangkan diri dengan mengisi “hardisk” atau otak dengan pengetahuan yang positif. Menurutnya, langkah itu merupakan fondasi penting dalam menghadapi persaingan global.

Menteri P2MI tersebut kembali mengingatkan pentingnya penggunaan SISCO P2MI sebagai jalur resmi pendaftaran kerja luar negeri. Hal ini untuk menghindari praktik yang tidak prosedural.

Mukhtarudin menegaskan bahwa sebagai putra asli Kalimantan Tengah, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan SDM daerah dapat berkembang dan terserap ke pasar kerja internasional. (HERMAWAN DP/R)