PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan bahwa kunjungan kerjanya ke UMPR mendukung program Quick Win Presiden RI Prabowo Subianto dalam menyiapkan 500.000 pekerja migran pada tahun 2025.

Dalam wawancara dengan awak media, ia mengatakan perguruan tinggi dipilih sebagai mitra strategis karena lebih efisien dibandingkan membangun infrastruktur pendidikan baru.

UMPR termasuk salah satu perguruan tinggi yang akan difasilitasi melalui pembentukan Migration Center.

“Kenapa kita tidak manfaatkan saja infrastruktur yang dimiliki Perguruan Tinggi. Target kita adalah membangun Migration Center, sebuah ekosistem dari hulu ke hilir untuk menyiapkan lulusan UMPR agar bisa go global,” jelas Mukhtarudin dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Sabtu, 29 November 2025.

Mukhtarudin menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 700 warga Kalteng yang bekerja secara prosedural di luar negeri. Mayoritas bekerja di sektor perkebunan dan kesehatan, termasuk perawat di negara tujuan seperti Jepang, Jerman, dan Arab Saudi.

Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian P2MI sedang memproses izin pendirian kantor layanan atau Loka di Palangka Raya. Kantor tersebut akan memudahkan pelayanan karena dipisahkan dari Kalimantan Selatan.

“Gubernur sudah menyiapkan tempat kantornya. Tinggal menunggu persetujuan Menpan RB Rini Widyantini, segera kita resmikan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/R)