PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kembali menegaskan pentingnya peran PKK dalam mendukung percepatan penanganan stunting di Kabupaten Pulang Pisau. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Rakerda TP PKK pada Sabtu, 29 November 2025.

Jayadikarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PKK yang selama ini aktif turun ke lapangan sebagai Ibu Posyandu dan penggerak masyarakat.

Ia menekankan bahwa PKK tidak hanya menjadi bagian dari TP PKK, tetapi juga memegang peran strategis sebagai bagian dari TPPS dalam upaya menekan angka stunting di daerah.

"PKK adalah bagian dari TPPS. Harapan saya, selain menggerakkan kegiatan mereka dan Posyandu, PKK juga terlibat aktif dalam penanganan stunting. Ini penting agar Pulang Pisau bisa mencapai zero stunting," ujar Jayadikarta.

Wabup juga menyampaikan bahwa salah satu program unggulan TPPS, yakni pemberian makanan tambahan melalui Program Natura selama 45 hari, telah berjalan efektif dan menunjukkan hasil nyata di lapangan.

Program ini disebut menjadi bukti bahwa intervensi terarah dapat memberikan dampak signifikan bagi tumbuh kembang anak.

Salah satu contoh keberhasilan tersebut terlihat di Desa Bakau, Kecamatan Sebangau, yang sebelumnya memiliki angka stunting cukup tinggi. Jayadikarta mengungkapkan bahwa pada awal pendataan terdapat 19 anak stunting di desa tersebut.

"Alhamdulillah, setelah program Natura 45 hari, angka itu turun menjadi 15, kemudian turun lagi menjadi 4, dan sekarang tinggal 1," jelasnya.

Dengan capaian tersebut, Ahmad Jayadikarta optimistis bahwa Desa Bakau dapat mencapai zero stunting pada tahun 2025–2026.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Pulang Pisau dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, Posyandu, dan masyarakat.

Wabup menegaskan bahwa komitmen untuk mencapai zero stunting bukan hanya target pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

Kolaborasi dari seluruh elemen, termasuk PKK yang menjadi ujung tombak pemberdayaan keluarga, dinilai sangat menentukan dalam mewujudkan generasi Pulang Pisau yang sehat dan bebas stunting.( RETHA)