PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Permasalahan dispensasi bagi atlet pelajar menjadi perhatian khusus dalam Rakerprov KONI Kalteng 2025. Banyak sekolah dinilai masih kesulitan memberikan izin latihan jangka panjang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga atau Kadispora Kalteng, Agus Siswadi menilai persoalan ini berdampak langsung pada motivasi dan keberlanjutan prestasi atlet muda.

“Kita pernah kehilangan atlet karena mereka pindah ke kota besar demi fleksibilitas pendidikan,” kata Agus pada Sabtu, 29 November 2025.

Agus menegaskan perlunya kebijakan yang lebih sistematis dan terukur antara Dinas Pendidikan, Dispora, dan KONI daerah. Atlet tidak boleh terjebak antara memilih prestasi atau pendidikan.

“Keduanya harus jalan bersama. Atlet juga generasi masa depan yang harus tetap memiliki prestasi akademik,” jelasnya.

Ia berharap Rakerprov menghasilkan rekomendasi kuat yang dapat menjadi pijakan perbaikan kebijakan tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Kebijakan dispensasi yang ramah atlet diyakini menjadi fondasi penting untuk mengembangkan potensi atlet sejak usia sekolah. (TESTI PRISCILLA/j)