BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPD Golkar Palangka Raya Fairid Naparin membuat keputusan mengejutkan dengan tidak mendaftarkan diri sebagai calon ketua dalam pemilihan mendatang.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika politik yang terjadi dan arahan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang menghadiri langsung Musda partai tersebut.
Menurut Fairid, langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga nama baik, kebesaran, serta kesolidan Partai Golkar.
"Setelah ada dinamika politik itu sudah biasa, karena sudah ada arahan dari ketua umum DPP Partai Golkar dan juga untuk menjaga nama baik dan kebesaran serta kesolidan partai Golkar, maka saya memang tidak mendaftarkan diri menjadi ketua," ujarnya, Sabtu, 29 November 2025.
Meski tidak mencalonkan diri sebagai ketua, Fairid menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai sekretaris DPD Golkar Kalteng.
"Insya Allah akan menjadi sekretaris, sekali lagi ini untuk menjaga kesolidan kebesaran dan nama baik partai Golkar," tambahnya.
Fairid menekankan bahwa Golkar adalah partai yang dewasa dan mampu mengatasi dinamika internal dengan tetap menjaga kebersamaan.
"Golkar itu partai dewasa, itu biasa di dinamika internal tetapi akhirnya tetap guyub, jadi tidak mendaftar kemarin," jelasnya.
Menanggapi dukungan yang sempat muncul dari DPD, namun tidak berujung pada pendaftaran dirinya sebagai calon ketua, Fairid menanggapinya dengan santai.
"Sebagai kader partai, apapun itu keputusan dari partai kita ikuti. Suka tidak suka harus dijalani," katanya.
Fairid menegaskan bahwa dirinya ikhlas mengikuti keputusan partai demi menjaga nama baik dan kebesaran Golkar.
"Sekali lagi saya tetap ikhlas akan mengikuti keputusan dan ini demi menjaga nama baik dan kebesaran partai," pungkasnya. (PATHUR/j)









